Dedikasi Karya Almarhum Yusak Andato : Terpanggil Dirikan Sekolah Wirausaha Anak Adat Papua Bangkit

0
312
Almarhum Yusak Andato, saat terbaring kaku diantara Isterinya dan kerabat keluarga yang datang melihatnya dalam peti jenazah dirumah duka di Sentani. Sosok Pemuda Papua yang militan berkarya dan menjadi berkat bagi banyak orang. Selamat Jalan Bung Yusak Andato. (Eveerth / lintaspapua.com)
anak – anak Papua pelajar SMP yang juga ikut Sekolah Wirausaha Anak Adat Papua Berpola Asrama. (Istimewa)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Terpanggil sebagai Aktivis politik hingga sepak terjang di dunia organisasi mahasiswa sampai organisasi pemuda sekelas Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Papua pernah dipimpinnya, namun harus merubah semua untuk mendirikan Sekolah Wirausaha Anak Adat Papua Bangkit, menjawab visi Tuhan untuk membangun Negeri Cenderawasih.

“Ini visi yang Tuhan berikan dalam pergumulan panjang sejak 2015, namun baru terealisasi pada tahun 2017, sebab yang mendasari perjuangan ini adalah bagaimana merubah pola pikir dan bagaimana mengembangkan potensi alam menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan, sehingga mendorong sekolah ini didirikan,” ujar Yusak Andato, dalam sebuah wawancara di Abepura, Selasa (15/8/2017), saat itu.

Dijelaskan, kondisi hari ini adalah Papua yang kaya raya dan inilah yang menjadi pola pikir dikembangkan kepada anak – anak sekolah untuk kita lebih maju belajar berwirausaha nantinya.

“Sekolah ini dibuat model asrama dan ditampung sementara 10 anak asli Papua yang tersebar dari Wilayah Tabi, yakni dari Keerom, Sarmi, Mamberamo Raya dan Jayapura serta Kota Jayapura, semua ditampung dalam asrama dan dibiayai secara baik semua kebutuhan belajar serta benar – benar membentuk mental spiritual yang takut Tuhan,” katanya.

Dikatakan, untuk tahun pertama tahun 2017 dicoba dengan 10 anak Sekolah Menengah Pertama, yang mana langsung diajarkan empat bahasa dan informasi teknologi.

Direktur Sekolah Wirausaha Anak Adat Papua Bangkit, Yusak Andato, saat memberikan keterangan terkait program kerja dan rencana sekolah tersebut.
(Eveerth/LintasPapua.com)

“Bahasa menjadi penting, terutama yang diajarkan baru bahasa inggris dan bahasa mandarin, sedangkan bahasa Jepang dan Jerman akan menyusul, karena dengan bahasa kita akan mengikuti posisi global,” tuturnya.

Sekilas Sekolah Wirausaha Anak Adat Papua telah diresmikan sejak 5 Agustus 2017 melalui peletaan batu pertama oleh Bupati Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw.

Dirinya menyampaikan, sangat berterimakasih untuk dukungan dari Pemerintah Kabupaten Jayapura, namun dalam perkembangannya memang ada kendala, sehingga sangat diharapkan adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten /Kota serta Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Pusat.

“Saat ini kita butuh dukungan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota hingga Pemerintah Pusat, sebab ini berkaitan dengan mindset atau pola berpikir dan ini sangat penting, apalagi Papua sudah sangat jauh sekali tertinggal dalam bidang ekonomi, jadi kita harapkan dukungan untuk kemajuan sekolah ini,” harapnya.

Suasana foto bersama Tokoh Masyarakat adat dan Bupati Mathius Awoitauw dan para pelajar, usia meletakan batu pertama pembangunan sekolah tersebut di Sentani, Kabupaten Jayapura. (istimewa)

Mantan Ketua KNPI Papua tahun 2012 ini menambahkan, pihaknya akan membuka lagi untuk kelas tahun 2018 dengan menambah jumlah siswa dari kabupaten /kota diluar wilayah adat Tabi, yang mana direncanakan dua orang per daerah dan terus fokus pada sekolah wirausaha.

“Sekali lagi kami apresiasi untuk dukungan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw dan tentunya semua proses belajar akan dikoneksikan dengan lembaga kerja yang ada baik Bank Papua maupun Telkomsel hingga Garuda dan lainnya, demikian kita mencoba hal baru untuk membangun Papua,” katanya.

Yusak Andato, bersama Bupati Mathius Awoitauw, didampingi Isterinya dan Pdt. Joop Suebu, saat peletakan batu pertama Sekolah Wirausaha Anak Adat Papua Bangkit. (istimewa)

Untuk saat ini sekolah berada di Doyo Baru, sementara lahan baru yang direncanakan akan dibangun sekolah adalah diatas tanah yang dihibahkan masyarakat adat seluar 1 hektar, sehingga Direktur Sekolah Wirausaha Anak Adat Papua Bangkit, Yusak Andato berharap adanya berbagai dukungan dari Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, sehingga semua proses ini bisa berjalan baik, terutama bagaimana membangun sebuah pola pikir baru, bahwa orang Papua harus bangkit memahami wirausaha dengan baik.

Semua Tinggal Kenangan dan Motivasi, Karena Kini Telah Pergi

Tepat Hari Sabtu Pagi Subuh (22/6/2019), Almarhum Yusak Andato menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Dian Harapan Waena, Kota Jayapura, dan selanjutnya di antar menuju kediaman almarhum di jalan masuk Polres Jayapura, di Sentani.

Jenazah Almarhum Yusak Andaato, dikediaman di Jalan Masuk Polres Jayapura di Sentani, Tampak suasana duka bersama keluarga, Malam Sabtu (22/6/2019). (Eveerth / lintaspapua.com)

Dari informasi yang diterima, almarhum akan diantar ke Kampung Waibron dan Depapre pada hari Minggu (23/6/2019) di Kampung Waibron, selanjutnya akan dikonfirmasi untuk kepastian pemakaman.

Duka Tabi dan Duka Papua, Duka Generasi Muda Papua. hal ini terlihat dari berbagai postingan,  karena banyak kenangan yang terlihat dari berbagai status – status warganet di media  sosial di twitter, facebook hingga grup – grup whatsAp, sebab semasa aktif dalam dunia kampus telah banyak berkecimpung dalam organisasi dari kampus hingga selesai sarjana juga  tetap giat dalam organisasi kepemudaan dan partai politik, bahkan organisasi bidang olahraga dan paguyuban tingkat Papua dan Tabi.Terlihat Berbagai krans bunga dan ucapan yang datang untuk almarhum menjadi sebuah ingatan dalam memori atas karya – karya terbaik untuk Tanah Papua.

Bahkan pernah menjadi aktivis gereja dan ikut menjadi pionir dalam pembangunan gereja, tentunya almarhum melakukan dengan yakin dan percaya semua akan menjadi berkat bagi banyak orang. Semua perjalanan telah ditulis jelas oleh Tuhan, semua boleh direncanakan, tetapi perjalanan akhir dari kita semua ditentukan oleh Tuhan.

Selamat Jalan Ade, Kaka, Sahabat, Om, Bapa, Bung Yusak Andato. Tuhan Berikan Kekuatan dan Penghiburan buat Isteri Almarhum dan anak – anak serta keluarga dan semua rekan sahabat yang ditinggalkan.

Mazmur 116 : 15 “Berharga di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihinNya”. Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna dan berharga karena manusia diciptakan seturut gambar dan citra Allah. Maka, semua kematian orang beriman akan selalu berharga dan diterima oleh Tuhan(Eveerth Joumilena / lintaspapua.com)