Satgas RAFI 2019 Selesai, Konsumsi Pertamax Meroket

0
106
BBM di distrik Ayamaru Utara dikirim dari Supply Point Terminal BBM Sorong dengan menggunakan mobil tangki. Jarak yang ditempuh yakni sejauh 173 KM dengan waktu tempuh normal hingga 6 jam. Adapun rata-rata bulanan yang akan dipasok adalah masing-masing sebanyak 30 KL Bio Solar dan 30 KL Premium. (Humas Pertamina)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Konsumsi bahan bakar minyak jenis Pertamax tercatat naik hingga 47% di wilayah Maluku dan Papua selama Ramadan & Idul Fitri 2019. PT Pertamina (Persero) mencatat dua jenis bahan bakar minyak yang mengalami kenaikan sejak masa Satgas Ramadan & Idul Fitri 2019 diberlakukan (21 Mei hingga 20 Juni 2019) adalah Konsumsi BBM jenis Pertamax sebesar 41 KL dari rata-rata normal sebesar 18 KL dan BBM Angkutan Laut sebesar 185 KL dari rata-rata normal 184 KL atau naik sekitar 1%.

 

“Ada kenaikan signifikan pada produk Pertamax disaat BBM jenis lainnya turun sekitar 4-7%, angkutan laut meningkat tipis karena adanya peningkatan perjalanan kapal laut.”, ungkap Brasto Galih Nugroho, Unit Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina MOR VIII.

Tim Satgas RAFI Pertamina resmi ditutup pada 20 Juni 2019 setelah menjalankan tugas pengamanan stok dan memastikan kelancaran distribusi BBM dan LPG dalam menghadapi Idul Fitri 1440 H. Sebanyak 48 personil Satgas dan 547 personil operasional menjalankan tugasnya sejak H-15 hingga H+15 Idul Fitri 2019.

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII Maluku – Papua membentuk Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2019 untuk mengantisipasi kebutuhan BBM dan LPG di wilayah Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara.

“Kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi seluruh dukungan baik dari instansi pemerintah daerah, TNI/POLRI, Hiswana Migas, dan seluruh pihak lainnya pada penyelenggaran Satgas RAFI 2019 ini sehingga penyaluran BBM & LPG dapat berjalan lancar sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri 1440 H dengan baik.”, tutup Brasto. (Fransisca / Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR VIII – Maluku Papua )