Perbaikan Jembatan Yenggolo Yabaso Sentani Bisa Telan Rp. 11 Miliar

0
337
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Jayapura, Terry F. Ayomi, saat diwawancara. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA)  –  Penanganan atau perbaikan Jembatan Yenggolo Yabaso Sentani yang ambles akibat terjangan banjir bandang dan longsor itu bisa menelan biaya sebesar Rp 11 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Jayapura, Terry F. Ayomi mengakui Jembatan Yenggolo Yabaso Sentani itu, jauh-jauh hari sebelumnya sudah masuk dalam perencanaan pembangunan. Namun hingga saat ini belum terakomodir, sebab menyerap anggaran cukup besar yang bisa mencapai Rp 11 miliar. Sementara ketersediaan Dana Alokasi Khusus (DAK ) itu hanya mencapai Rp 15 miliar hingga Rp 20 miliar.

 

“Bahkan, selama 3 tahun belakangan ini pemerintah daerah Kabupaten Jayapura lebih memprioritaskan untuk peningkatan jalan, karena keterbatasan anggaran,” katanya saat ditemui wartawan diruang kerjanya, Senin (17/6/2019) kemarin.

 

Lanjut Terry F. Ayomi mengakui, bahwa jembatan yang dimaksud sebelumnya kondisinya rusak meski masih bisa dilalui kendaraan, namun kini jembatan telah putus akibat terjangan banjir bandang dan longsor yang terjadi pertengahan Maret 2019 lalu.

 

“Kini perbaikan jembatan masuk dalam kerusakan bencana. Jadi, kita berharap dari kerusakan bencana bisa diakomodir,” harapnya.

 

Sementara itu, untuk perbaikan jembatan bisa menelan biaya Rp 9 miliar hingga Rp 11 miliar, sementara ketersediaan Dana Alokasi Khusus (DAK ) itu hanya Rp 15 miliar hingga Rp 20 miliar.

 

“Kalau kita fokus 1 jembatan, terus 1 jembatan saja jadi, itu yang menjadi kendalanya juga. Makanya kita sinkronisasi dengan teman-teman di pusat kita akan fokuskan di jembatan,” ungkapnya.

 

Terry Ayomi menambahkan, dirinya berharap dengan adanya bantuan bencana, jembatan yang telah lama rusak dan tak kunjung diperbaiki bisa segera diperbaiki. Pemda Kabupaten Jayapura selalu berupaya untuk perbaikan, karena pembangunan jembatan Yenggolo masuk ruas Kabupaten Jayapura.

 

“Untuk action pekerjaan masih belum, karena sekarang masih masuk untuk data kerusakan, data kerusakan itu sudah masuk dalam file bencana,” terangnya.

 

Disamping masuk dalam data kerusakan, pekerjaan jembatan sudah masuk dalam usulan DAK tahun 2020. Usulan yang di maksud termasuk jalan dan infrastruktur lain.termasuk fokus untuk pembangunan kota sentani, persiapan jelang PON XX tahun depan.

 

“Gereja, SD semua masuk dalam data kerusakan, data kerusakan dari teman-teman di bagian bencana sudah meneruskan ke pusat dan nanti setelah itu mereka yang mengatur,” papar Terry Ayomi. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here