Bupati Keerom Ajak Tingkatkan Persatuan Untuk Membangun : Halal Bi Halal 1440 Hijriyah Kab. Keerom

0
128
‘’Saya harap kegiatan halal bi halal ini dapat memperkuat kebersamaan di Kabupaten Keerom dengan semangat Tamne  Yisan Kefase. Artinya, bersatu, bersepakat untuk membangun,” kata Bupati Keerom Muh Marku SH,MH,MM. Tampak saat foto bersama dalam suasana kegiatan. (Arif / HPP)

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM, memimpin kegiatan Halal Bi Halal tingkat Kabupaten Keerom  Tahun 1440 H, yang digelar di Gedung Pramuka, Arso Swakarsa pada Selasa, 18 Juni 2019, kemarin.

Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM, memimpin kegiatan Halal Bi Halal tingkat Kabupaten Keerom  Tahun 1440 H, yang digelar di Gedung Pramuka, Arso Swakarsa pada Selasa, 18 Juni 2019, kemarin. (Arif / HPP)

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa halal bi halal yang dilaksanakan tersebut seperti memberikan semangat baru bagi seluruh masyarakat Keerom untuk terus meningkatkan kebersamaan dan persatuan dalam membangun Kabupaten Keerom kedepan akan lebih baik lagi.

Hal ini menurutnya sesuai dengan tema dan semangat di Keerom yaitu Tamne Yisan Kefase.  ‘’Saya harap kegiatan halal bi halal ini dapat memperkuat kebersamaan di Kabupaten Keerom dengan semangat Tamne  Yisan Kefase. Artinya, bersatu, bersepakat untuk membangun,” kata Bupati Keerom Muh Marku SH,MH,MM.

Pada kesempatan tersebut ia juga mengemukakan bahwa seorang muslim seharusnya menjaga hubungan baik secara fertikal maupun horizontal.

Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM, dan diikuti dari berbagai kalangan di dalam Suasana kegiatan halal bi halal Tahun 1440 H/2019 M tingkat Kabupaten Keerom diharapkan Makin Mempererat Persatuan. (Arif / HPP)

‘’Puasa adalah salah satu ibadah kepada Allah SWT, ini adalah hubungan fertikal atau Hablum Minallah. Namun sebaik apapun hubungan kita dengan Allah akan tetapi hubungan horizontal kepada manusia atau yang  disebut dengan Hablum Minannas tidak baik, maka semua ibadah yang dilaksanakan akan ditolak dihadapan Allah SWT,’’lanjutnya.

Untuk itu ia berharap agar momen halal bi halal tersebut digunakan sebagai sarana untuk saling maaf memaafkan dalam kaitan dengan hubungan antar sesama manusia tersebut.

‘’Disadari atau tidak dalam kehidupan pasti terdapat kesalahan dan kekeliruan yang kita perbuat, baik disengaja maupun tidak disengaja, antara atasan dan bawahan, sesama teman maupun kepada masyarakat umum, untuk itu momen ini adalah tepat untuk kita saling memaafkan,’’tambahnya.

 

Sementara itu Ketua Panitia Halal Bi Halal, Sucahyo Agung DA, menyampaikan bahwa kegiatan halal bi halal tersebut diikuti oleh kalangan umat beragama di Keerom, juga dari berbagai kalangan, dari unsur ASN, TNI, Polri dan masyarakat.

‘’Saya harap kegiatan halal bi halal ini dapat memperkuat kebersamaan di Kabupaten Keerom dengan semangat Tamne  Yisan Kefase. Artinya, bersatu, bersepakat untuk membangun,” kata Bupati Keerom Muh Marku SH,MH,MM. Tampak saat foto bersama dalam suasana kegiatan. (Arif / HPP)

‘’Kegiatan halal bi halal ini diikuti dari berbagai kalangan, sehingga momen ini adalah saat yang tepat bagi kita semua untuk lebih mempererat persatuan dan kesatuan dari berbagai kalangan baik masyarakat biasa, pejabat dan juga kalangan TNI dan Polri,’’ujarnya.

Sedangkan hikmah halal bi halal yang dibawakan Ust. H. Muhammad Sofyan Lubis, menyebutkan bahwa pentingnya persatuan agar roda pembangunan bisa berjalan di Keerom.

‘’Ibarat tangan memegang, kalau hanya satu jari, maka tangan tersebut tak bisa berfungsi. Namun kalau semua jari berperan maka, fungsi tangan tersebut bisa berjalan,’’pesannya.

Kegiatan ditutup dengan jabat tangan bersama, foto bareng dan makan siang bersama. (rif / Koran Harian Pagi Papua)