PR Jokowi : Peningkatan SDM Lewat Reformasi Pendidikan

0
68
Mengawali kegiatannya hari ini, Presiden Jokowi jalan pagi bersama dengan Indonesia-Australia Youth Interfaith Daialogue di sekitar Opera House Sydney. Tampak Presiden Joko Widodo, saat berjabat tangan dengan Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull. (Foto Laily Rachev – Biro Pers Setpres)

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  –  Pada masa jabatan periode kedua Jokowi, dia mencanangkan pembangunan sumber daya manusia SDM) menjadi fokus kerjanya. Salah satu stretegi yang akan dilakukan oleh Jokowi adalah dengan melakukan perbaikan sistem pendidikan. Hal itu disampaikan oleh Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Bogor (21/11/2018) yang dihadiri juga oleh Wapres Jusuf Kalla dan menteri terkait.

Jokowi paham tentang kemerosotan dan kegagalan pendidikan di Indonesia. Pendidikan sebagai soko guru, tulang punggung kemajuan suatu bangsa perlu ditangani secara serius.

Salah satu indikator perlunya reformasi pendidikan di Indonesia adalah peringkat perguruan tinggi (PT) di Indonesia yang sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara dan Asia.

Quacquarelly Symonds (QS), yang dijadikan acuan secara resmi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengeluarkan daftar peringkat 22 universitas terbaik di Indonesia 2019, yang masuk ranking dunia. Namun, khusus untuk Indonesia, universitas terbaik dari 22 yang masuk peringkat di dunia , hanya masuk peringkat di wilayah Asia. Asia, bukan dunia.

Dominasi 4 Negara

Peringkat universitas terbaik di Asia didominasi oleh Singapura, Tiongkok, Hong Kong, dan Korea Selatan. Urutan peringkat 1-10 di Asia adalah National University of Singapore (NUS) , the University of Hong Kong, Nanyang Technological University (NTU), Singapura, Tsinghua University, Peking University, Fudan University, Tiongkok, The Hong Kong University of Science and Technology, Hong Kong, KAIST – Korea Advanced Institute of Science. (*)