Kritikan yang Dilayangkan LSM Papua Bangkit untuk Mengawal dan Melindungi Bupati Jayapura

0
105
Ketua LSM Papua Bangkit, Ir. Hengky Jokhu, saat memberikan keterangan pers. (Irfan / HPP)

Hengky Jokhu : Kritikan Saya Ini Justru untuk Melindungi Bupati. Apalagi Bupati Ini Sahabat Saya dan Saya Wajib Melindunginya

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Papua Bangkit, Ir. Hengky Jhoku menyebutkan, bahwa setiap kritikan yang dirinya sampaikan ke pemerintah daerah itu semata-mata untuk mengawal dan melindungi kepala daerah dalam hal ini Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E., M.Si., dari sisa waktu jabatannya sebagai orang nomor satu di Bumi Khenambay Umbay.

Lebih lanjut Hengky menyampaikan, bahwa setiap kritikan keras kepada pemerintah daerah Kabupaten Jayapura itu tidak ditujukan kepada Bupati Jayapura. Tetapi, lebih kepada pimpinan atau kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dianggapnya ada sebagian tidak mampu menterjemahkan visi dan misi Bupati Jayapura dalam menciptakan produk atau kebijakan yang fenomenal, dengan menciptakan sesuatu yang baru.

“Kritikan saya ini justru untuk melindungi bupati ya, karena saya tidak mau setelah bupati turun ada anggapan di tengah-tengah masyarakat selama pak Mathius menjabat sebagai bupati tidak pernah membangun sesuatu. Padahal banyak kepala dinas yang digaji dan diberikan fasilitas, namun apa yang mereka kerjakan selama ini. Inilah yang saya kritisi sampai ada hasilnya,” papar Hengky saat berikan keterangan pers, di Cafe Pilos, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (13/6/2019) kemarin sore.

Karena itu, setiap OPD hendaknya harus faham kritikan dirinya semata-mata itu untuk melindungi Bupati sebagai sahabatnya dan bukan sebaliknya. Fokus kritikan ini lebih ditujukan kepada pimpinan OPD agar tidak bekerja semata-mata Asal Bapak Senang (ABS) saja.

“OPD perlu mengangkat kepuasan publiknya, supaya rasa keadilan dan kepuasan bisa dirasakan oleh seluruh warga masyarakat kabupaten jayapura, karena masyarakat tidak mengerti data-data yang disampaikan yang masyarakat tahu hanya bukti nyata hasil kerja setiap OPD,” ungkapnya.

Hengky menambahkan, pemerintah harus punya rasa tanggung jawab kepada masyarakat untuk menciptakan rasa keadilan, dan dirinya berharap kepada Bupati Jayapura yang juga sebagai sahabatnya untuk bisa bersikap tegas terhadap pimpinan OPD yang tidak mampu bekerja secara baik, bila perlu restrukturisasi segera dilakukan kepada seluruh pimpinan OPD.

“Bila perlu ganti orang-orang yang tidak bermanfaat yang tidak bisa bangun infrastruktur, membangun ekonomi masyarakat, geser dari situ,” pinta hengky.

Menyinggung soal klarifikasi yang dilakukan Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura,Dra. Hanna Hikoyabi,S.Pd.,M.KP, terkait kritikannya di media terhadap pemda jayapura, dia mengutarakan langkah yang di ambil Ibu Sekda sudah sangat bagus dan cepat, namun perlu diingat kepuasan publik harus jadi prioritas dalam bentuk nyata, sebab statement soal data dan angka bukan untuk komsumsi masyarakat awam.

“Tidak semua pimpinan OPD jelek, pribadi ibu sekda saya kenal baik dia adalah orang mampu mengatasi persoalan dengan cepat , bahkan saya dengar gajinya tidak diambil, termasuk asissten II pribadi yang tidak temperamen dalam setiap mengambil keputusan dan masih banyak lagi Pimpinan Yang kerja baik, kritikan hanya untuk bangun kesadaran bagi yang merasa belum kerja baik supaya bisa membantu bupati wujudkan visi-misinya,”pungkasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)