Juli 2019, Kabupaten Jayapura Terbitkan Kartu Identitas Anak

0
86
anak-anak pengungsi korban banjir di salah satu posko penampungan, Sentani, Kabupaten Jayapura. (Erwin /HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Pada semester kedua tahun 2019, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jayapura akan mulai menerbitkan layanan Kartu Identitas Anak (KIA). Rencananya penerbitan KIA dimulai pada Juli 2019 mendatang.

Presiden RI Joko Widodo saat bersama anak – anak usia sekolah dasar pengungsi bencana banji di Sentani, 16 Maret 2019 lalu. (Biro Pers Setpres)

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Kabupaten Jayapura, Eddi Susanto,  saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (13/6/2019) kemarin siang.

Menurut Eddi Susanto, KIA akan diberikan kepada setiap anak yang berusia 0-17 tahun. “Jadi, program KIA (Kartu Identitas Anak) ini khususnya di Kabupaten Jayapura dan diseluruh Indonesia memang di tahun 2019 ini sudah harus melaksanakan program itu. Khusus untuk kita di Kabupaten Jayapura, kita nanti pelaksanaannya di semester kedua tahun 2019. Jadi, di bulan Juli Kabupaten Jayapura sudah kita pastikan untuk pelayanan penerbitan KIA,” tuturnya.

“Persyaratan utamanya itu anak sudah harus memiliki Akta Kelahiran, kemudian foto copy Kartu Keluarga (KK) dengan foto ukuran 3×4 untuk dilakukan scan dan ditempel di KIA tersebut. Untuk memperoleh KIA, masyarakat dapat langsung datang ke Kantor Disdukcapil Kabupaten Jayapura. Prosesnya sangat cepat dan mudah, bahkan kita juga akan turun sasar di PAUD, TK dan SD untuk ‘menjemput bola’ agar semakin memudahkan masyarakat,” sambung pria yang juga menjabat sebagai Asisten II Bidang Perekonomian Setda Kabupaten Jayapura tersebut.

Eddi Susanto menjelaskan, bahwa fungsi dari KIA ini hampir sama dengan KTP (Kartu Tanda Penduduk). Kalau KTP itu diberikan kepada umur 17 tahun ke atas, sedangkan KIA itu diberikan kepada anak-anak diseluruh Kabupaten Jayapura yang usianya dibawah 17 tahun.

“Tetapi, mereka (anak) ini sudah harus punya Akta Kelahiran dengan KK (Kartu Keluarga). Seluruh kepengurusan hingga penerbitan KIA berada ditangannya anak itu tanpa ada pungutan biaya sepeserpun alias gratis. Jadi, semua dokumen yang diterbitkan oleh kita di Disdukcapil itu gratis karena itu sudah merupakan amanat Undang-Undang,” terangnya.

“Harapan kita, setelah adanya pemberitaan soal program penerbitan KIA ini masyarakat Kabupaten Jayapura yang mempunyai anak di bawah umur 17 tahun dan sampai saat ini belum memiliki Akta Kelahiran agar segera mengurus Akta Kelahiran, karena syarat utama pembuatan KIA itu salah satunya adalah kepemilikan Akta Kelahiran,” tambah Eddi Susanto dengan nada penuh harap.

Eddi berharap fungsi KIA menjadi kartu serbaguna bagi anak-anak Kabupaten Jayapura nantinya untuk dapat menikmati layanan negara, dan membantu memenuhi kebutuhan untuk menikmati pelayanan swasta.

Disdukcapil Kabupaten Jayapura mengakui adanya kesulitan dalam memenuhi penerbitan KIA baik di awal tahun 2019 maupun di tahun-tahun sebelumnya. Karena menurut Eddi Susanto, Disdukcapil Kabupaten Jayapura perlatan untuk penerbitan KIA ini baru diadakan di tahun 2019 ini.

“Jadi, kenapa kita laksanakan di semester kedua tahun 2019 ini karena mengingat peralatan perangkatnya itu kita baru adakan di tahun 2019 ini. Kita sudah siapkan printer nya, kemudian kita sudah siapkan blangkonya dan alat lainnya yang akan menyusul dalam waktu dekat ini,” ujarnya.

“KIA ini diatur oleh Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak. Hanya saja, untuk awal-awal Kemendagri baru memprioritaskan ke wilayah tertentu saja, sementara untuk Kabupaten Jayapura baru di semester kedua tahun 2019 ini kita laksanakan,” tukas Eddi Susanto. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)