Pemkab Keerom Akan Bahas Masalah TBS Kelapa Sawit  Bersama Pihak Terkait

0
127
Asisten II Setda Keerom, Drs. Adrianus Samonsabra, bersama Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan Keerom beserta jajaran, saat sebuah pertemuan belum lama ini. (Arif / HPP)

KEEROM (LINTAS PAPUA)  –   Berlarut-larutnya masalah yang dihadapi petani kelapa sawit di Keerom ternyata menjadi perhatian bagi Pemkab Keerom. Karenanya, Pemkab Keerom dalam waktu dekat ini untuk kembali menggelar pertemuan dengan pihak terkait untuk mengantisiaspi hasil kelapa sawit yaitu berupa TBS (tanda buah segar) yang selama ini terbengkalai di lahan-lahan perkebunan milik petani.

Ilustrasi Pohon Kelapa Sawit. (http://petanitop.blogspot.com)

Asisten II setda Keerom, Drs. Adranius Samonsabra, mengemukakan sesuai arahan Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM, bahwa akan dilaksanakan pertemuan lanjutan antara pihak terkait untuk membicarakan kelanjutan nasib TBS milik petani sawit di Kabupaten Keerom.

 

‘’Terkait TBS ini, Bupati Keerom telah meminta agar segera digelar pertemuan dengan pihak terkait. Bahkan untuk pertemuan kali ini akan dihadiri Bupati dan juga dinas perkebunan Provinsi Papua,’’ungkapnya kepada wartawan media ini, belum lama ini.

 

Ia juga menambahkan, bahwa pertemuan ini diharapkan segera dilaksanakan, bahkan pihak dari provinsi juga telah mendorong agar segera pertemuan digelar untuk segera mencari penyelesaian atas permasalahan TBS petani sawit di Arso.

 

‘’Dalam pertemuan ini nantinya kita harapkan pihak-pihak terkait bisa hadir, baik dari petani sawit melalui asosiasinya. Juga dari pihak pabrik, karena di Keerom ini ada PTPN dan PT. TSP di Arso Timur maka kita harapkan keduanya bisa hadir. Selain itu beberapa pihak lain termasuk pemerintah kabupaten dan provinsi juga akan hadir,’’lanjutnya.

 

Sementara menyangkut TBS petani sawit ini, ia menjelaskan bahwa permasalahan yang timbul ini berawal dari kendala teknis yang dihadapi oleh PTPN sehingga Pabrik Kelapa Sawit PTPN yang berlokasi di Kampung Baburia, Distrik Arso Barat, Keerom, dalam beberapa tahun terakhir tak berproduksi.

 

‘’Dengan tidak berproduksinya Pabrik PTPN ini, praktis pihak perusahaan tidak lagi menerima pasokan TBS dari petani sawit, terutama yang berada Distrik Arso, Arso Barat, Skanto dan Mannem. Karena kondisi telah berjalan beberapa tahun akibatnya petani sawit pun merugi,’’ungkapnya.

 

Ia membenarkan, bahwa sebenarnya petani bisa menjual ke tempat lain, namun hal tersebut juga tak bisa dilakukan karena factor lokasi pabrik yang jauh. ‘’Ada pabrik yang dituju tapi lokasinya di Taja, Kab Jayapura, jadi tak mungkin karena factor ongkos angkut. Namun baru-baru ini ada PT TSP di Arso Timur yang baru buka pabrik, maka kita akan lihat bagaimana kemungkinannya,’’pungkasnya. (Arif / Koran Harian Pagi Papua)