Tercatat 7.658 Penumpang Datang ke Papua : 6.093 Orang di Pelabuhan Jayapura serta 1.565 Orang di Pelabuhan Merauke

0
506
Malam Ini Situasi Dan Pemandangan Di Pelabuhan Jayapura Bersandar Kapal Penumpang KM. Labobar Dan KM. Ciremai. (Foto dari facebook Piere Simeon Sedewo, berada di Pelabuhan Jayapura. 10 Juni pukul 23.27 · Kota Jayapura ·)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua memastikan jumlah penumpang angkutan laut yang berangkat dan datang pada April 2019 di Pelabuhan Jayapura dan Merauke, mengalami penurunan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua, di Dok II Kota Jayapura. (Erwin / HPP)

Menurut Kepala Seksi Statistik Niaga dan Jasa BPS Papua, Kartika Apriyanthi, total jumlah penumpang angkutan laut yang berangkat tercatat sebanyak 8.043 dengan perincian 6.858 orang dari Pelabuhan Jayapura dan 1.185 dari Pelabuhan Merauke.

“Artinya terjadi penurunan jumlah penumpang berangkat sebesar 19,4 persen dibanding bulan sebelumnya,” kata ia.

Sementara jumlah penumpang datang dengan angkutan laut pada bulan yang sama, terjadi penurunan sebesar 24,82 persen. Dimana tercatat 7.658 penumpang yang datang ke Papua, dengan perincian 6.093 orang di Pelabuhan Jayapura serta 1.565 orang di Pelabuhan Merauke.

Dari Ketinggian Pemancar Polimak Terlihat Pelabuhan Kota dan Keindahan Kota Port Numbay. (ISTIMEWA)

Sedangkan untuk volume barang yang dimuat pada April 2019, lanjut ia, tercatat sebanyak 10.577 ton. Dimana angka tersebut, mengalami peningkatan sebesar 6,59 persen dibanding sebelumnya.

“Untuk Pelabuhan Jayapura saja, volume muat barang April 2019 tercatat sebesar 8.744 ton. Sedangkan di Pelabuhan Merauke, volume muat barang tercatat sebesar 1.833 ton,” katanya.

Untuk volume barang yang dibongkar pada April 2019, tambah Kartika, tercatat sebesar 120.305 ton. Dimana terjadi penurunan 8,93 persen dibanding volumenya pada Maret 2019.

“Untuk Pelabuhan Jayapura, volume bongkar barangnya tercatat sebesar 92.482 ton. Sedangkan di Pelabuhan Merauke volume bongkar barang tercatat sebesar 27.823 ton,” tutupnya. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)