MULIA (LINTAS PAPUA)  –  Apel gabungan pertama setelah libur hari Raya Idul fitri Dilingkungan pemerintah Kabupaten Puncak Jaya yang dilaksanakan di lapangan alun-alun Kota baru Mulia, pada selasa (11/06/2019).

Apel gabungan pertama setelah libur hari Raya Idul fitri Dilingkungan pemerintah Kabupaten Puncak Jaya yang dilaksanakan di lapangan alun-alun Kota baru Mulia, pada selasa (11/06/2019). (Humas Puncak Jaya)

Para peserta apel terdiri dari Aparatur sipil negara, TNI /Polri , Instansi Vertikal, Tenaga pendukung honorer, CPNS, LMA, Tokoh pemuda, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Satgas Amanah, pejuang pepera, dan seluruh masyrakat Dilingkungan pemerintah kabupaten Puncak Jaya.

 

Dalam Apel tersebut Wiginus Gire selaku Anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Puncak Jaya menyatakan pernyataan bahwa  pihaknya berhenti dan keluar dari Gerakan KKB di Puncak Jaya tanpa Paksaan atau tekanan dari pihak manapun, melainkan atas kesadaran diri sendiri, hati nurani, dan panggilan iman saya selaku umat beragama.

 

“Mengakui dan bergabung dengan pemerintah Republik Indonesia sebagai pemerintahan yang sah, sebagai bukti dan kesungguhan saya, maka saya menyerahkan sepucuk senjata api kepada Bupati Puncak Jaya untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak yang berwenang,” ujar Wiginus Gire, dalam keterangannya.

Dikatakan, bahwa  mulai  saat ini pihaknua  tidak akan kembali bergabung KKB,  karena dirinya bersama keluarga ingin hidup tenang dan tentram dalam negara kesatuan Republik Indonesia.

“Sebagai mantan anggota KKB, saya mengajak seluruh anggota KKB untuk bergabung dengan pemerintah Republik Indonesia, menyerahkan semua jenis senjata api kepada pihak yang berwenang, dan bersama-sama membangun bangsa dan Negara Kesatuan  Republik Indonesia,” tuturnya.

Dikatakan, bahwa pihaknya  akan taat dan setia kepada Pancasila dan UUD 1945, Pemerintah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

“Sebagai warga Negara Indonesia maka saya bersama dengan pihak TNI/POLRI dan seluruh elemen bangsa akan berjuang menjaga keamanan dan keutuhan NKRI.”

 

Dengan pernyataan tersebut Wiginus Gire,  minta kepada pemerintah daerah kabupaten Puncak Jaya akan hak-hak nya sebagai warga Negara yaitu tidak ditahan dan tidak dihukum serta diberikan ruang bersama keluarga saya untuk menjalani kehidupan yang layak seperti warga negara Indonesia lainnya.

Dikatakan perlu adanya kesempatan untuk berperan dalam membangun bangsa dan negara, khususnya diwilayah Kabupaten Puncak Jaya.

“Pembangunan harus berlaku adil dan merata diseluruh wilayah Nusantara untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya.

Adapun Penyerahan sepucuk senjata api oleh wiginus Gire mantan anggota KKB kepada Bupati Yuni, dan penandatangan surat pernyataan oleh saudara Wiginus Gire disaksikan oleh Dandim 1714/PJ dan Kapolres Puncak Jaya serta diketahui oleh Bupati Puncak Jaya.

Bupati Puncak Jaya selaku pembina apel mengatakan, dirinya menerima sepucuk senjata dan ini sebagai alat negara oleh karena itu sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku yang berhak memegang senjata ini ialah TNI/Polri.

“Sebab itu,  saya menyerahkan senjata ini kepada Kapolres Puncak Jaya dan Dandim 1714/PJ,” katanya.Pungkasnya

Turut hadir dalam apel tersebut Wakil Bupati Puncak Jaya, Deinas Geley, S.Sos,M.Si, para Anggota DPRD Kab.Puncak Jaya, Kapolres Puncak Jaya AKBP.Agustinus A. Purwanto, SIK, Dandim 1714/PJ Letkol Inf.Agus Sunaryo, Plh. Sekda Drs. Hendrik Bilangla’bi , Wakil Ketua Klasis GIDI Mulia Pdt.Telius Wonda, S.th ,Perwakilan Masjid Al-Muhajidin Muliadan perwakilan denominasi gereja ,pejabat Eselon III dan IV Dilingkungan Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya.

“Berkat kehendak Tuhan, dan doa-doa seluruh lapisan anggota masyarakat akhirnya mereka dapat bergabung kembali di NKRI tanpa paksaan tanpa dibayar tanpa dipaksakan, dengan sendirinya Meraka kembali bergabung dalam NKRI, bagi teman-teman yang masih diluar agar secepatnya bergabung dengan NKRI” jelas Bupati

Bupati juga menambahkan,  bahwa penyerahan sepucuk senjata ini bukan hoax atau pun senjata rusak semacamnya melainkan senjata ini bagus dan masih berfungsi dan untuk membuktikan itu oleh karenanya tadi kita membunyikannya/ menembakkannya dengan mengarah ke atas.

Ini merupakan suatu peristiwa yang besar bagi Puncak Jaya semoga ini menjadi awal yang baik bagi Kabupaten ini dan kita semua.

Diakhir penyerahan dilakukan penciuman bendera merah putih oleh saudara Wiginus Gire. (Humas Puncak Jaya)