<
Lintaspapua.com

DP3A Kab. Jayapura Sosialisasi Kesetaraan Gender :Maria Bano Tegaskan Perlu Keadilan Gender

LINTAS PAPUA - Kamis, 30 Mei 2019 - 08:23 WITA
DP3A Kab. Jayapura Sosialisasi Kesetaraan Gender :Maria Bano Tegaskan Perlu Keadilan Gender
Kepala Dinas PPPA Kabupaten Jayapura, Dra. Maria Bano, ketika memberikan arahan dan sekaligus materi pada kegiatan Sosialisasi terkait Kesetaraan Gender, Pembedayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yang berlangsung di Hotel Grand Tahara, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (29/5/2019) kemarin pagi. (Irfan / HPP) ()
Penulis
|
Editor

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Jayapura melaksanakan Sosialisasi terkait Kesetaraan Gender, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, bertempat di HoreX Hotel, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (29/5/2019) kemarin pagi.

 

Kepala DPPPA Kabupaten Jayapura, Dra. Maria Bano kepada wartawan usai membuka kegiatan tersebut mengatakan, bahwa sosialisasi terkait dengan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan juga perlindungan anak ini merupakan pelaksanaan pembangunan yang perlu memperhatikan keadilan gender sebagai salah satu syarat untuk mencapai hasil pembangunan yang berkeadilan gender dan membawa manfaat baik bagi laki-laki maupun perempuan.

sosialisasi terkait dengan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan juga perlindungan anak ini merupakan pelaksanaan pembangunan yang perlu memperhatikan keadilan gender. Tampak suasana sosialisasi. (Irfan / HPP)

Karena salah satu syarat untuk mencapai pembangunan yang memperhatikan keadilan gender, kata Maria Bano, adanya analisis gender terhadap masing-masing program pembangunan yang dilaksanakan di semua sektor pembangunan.

 

“Tujuan pembangunan kesetaraan gender adalah memperkuat kemampuan negara untuk berkembang, mengurangi kemiskinan dan mengakhiri kesenjangan ekonomi. Jadi dalam kaitan ini, mempromosikan kesetaraan gender adalah bagian utama dari strategi pembangunan dalam rangka untuk memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat secara kompleks,” ujarnya, Rabu (29/5/2019) siang usai membuka kegiatan Sosialisasi yang terkait dengan Kesetaraan Gender, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

 

“Gender ini berkaitan pula dengan proses keyakinan sebagaimana seharusnya laki-laki dan perempuan berperan dan juga bertindak sesuai dengan tata nilai yang terstruktur. Dengan demikian, kesetaraan gender merupakan kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia,” sambung Maria Bano.

 

Ketika ditanya maksud dan tujuan dilaksanakannya sosialisasi tersebut, Maria Bano menjelaskan, untuk memberikan pemahaman kepada mereka bagaimana mekanisme prosedur dalam setiap membuat pelaporan.

 

Selain itu, kata Maria Bano, sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan status, fungsi dann juga peran perempuan dalam rangka mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender, meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan anak, terwujudny keterlibatan perempuan dalam jabatan publik, dan membangun anak Indonesia yang ada di Kabupaten Jayapura yang sehat, cerdas, ceria, beriman dan bertakwa.

 

“Kami memberikan pemahaman atau pengertian kepada perempuan. Sebenarnya materi ini sama dengan sosialisasi dan advokasi terhadap tenaga kerja perempuan yang kami lakukan sebelumnya, cuma peserta yang hadir di sosialisasi kesetaraan gender ini sedikit berbeda. Yakni, ada dari TP-PKK, dari kelompok keagamaan dan masyarakat yang kita lihat berkompeten di kampung. Untuk itu, kami memberikan pemahaman kepada mereka untuk bagaimana mekanisme prosedur kemana mereka harus melapor,” katanya.

 

“Karena kadang-kadang dalam pendampingan-pendampingan itu mereka takut untuk melapor, apalagi bukan dari kerabat keluarga korban. Jangankan yang bukan keluarga, yang keluarga saja bisa juga ketakutan saat mendampingi untuk melapor ketika korban itu mendapatkan kekerasan, begitupun juga saat mendampingi seorang anak yang menjadi korban kekerasan itu terkadang mereka juga merasa ketakutan. Sehingga kita memberikan pemahaman agar mereka tidak boleh takut saat mendampingi korban kekerasan,” tukas Maria Bano. (Irf)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
123