Ilustrasi Masyarakat Adat dalam suasana Festival Bahari Tanah Merah di Kampung Tablanusu, (19/11/2018)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Wilayah Kabupaten Jayapura merupakan daerah yang memiliki banyak kekayaan pariwisata. Namun sayang, potensi pariwisata yang ada di daerah yang terkenal dengan sebutan Bumi Khenambay Umbay, sampai saat ini masih belum tereksplor atau tersentuh secara maksimal.

 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Jayapura, Joko Sunaryo, saat diwawancara. (Irfan / HPP)

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Jayapura, Joko Sunaryo ketika ditanya wartawan, bahwa dirinya tidak menampik bahwa masih banyak potensi pariwisata di Bumi Khenambay Umbay yang belum terkesplor (tersentuh).

“Iya, memang banyak sekali potensi wisata di Kabupaten Jayapura ini yang belum tersentuh. Tapi kita harus hati-hati, karena suatu daerah itu kalau dikembangkan tanpa konsep itu pasti akan menjadi bumerang bagi pemerintah dan masyarakat yang mengelola tempat pariwisata tersebut,” katanya, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (29/5/2019) kemarin siang.

Ilustrasi Pertunjukan tari di Festival Danau Sentani 2018. (Dok. Perwira Management)

Joko Sunaryo juga mengungkapkan, bahwa salah satu kendala yang dihadapi pihaknya untuk mengeksplor dan mengangkat seluruh potensi yang ada di Kabupaten Jayapura adalah masih banyaknya masyarakat yang belum paham bagaimana mengelola tempat wisata.

 

 

Karena menurutnya, untuk membenahi dan mengangkat seluruh potensi wisata yang ada di Kabupaten Jayapura bukanlah hal yang mudah. Hal itu harus diatur sedemikian rupa agar masyarakat juga paham agar bisa hidup dan berkembang dari sektor pariwisata.

Ilustrasi Masyarakat adat dalam sebuah FESTIVAL DANAU SENTANI tahun –
tahun sebelumnya.
(Amazing Papua Facebook)

“Salah satunya adalah mengenai harga, harga itu kalau ditentukan oleh masyarakat itu nanti akan mengacaukan pasar wisata. Sehingga nanti masyarakat akan kita berikan pemahaman agar masyarakat itu paham dan tahu bagaimana mengelola tempat wisata dan menjual paket wisata. Supaya bisa mendatangkan turis di tempat wisata yang ada di daerah ini,” katanya.

 

 

Joko Sunaryo menambahkan, bahwa pihaknya juga sudah melakukan survei di beberapa tempat. “Kita sudah lakukan survei di beberapa tempat, masyarakat jual transportasi laut itu diatas batas kepasa turis yang datang dan itu yang menjadi masalah. Jangan sampai turis yang datang kesini itu First and Last, jadi dia datang sekali dan sudah tidak mau datang lagi. Jadi kita juga perlu mengajarkan kepada masyarakat bagaimana memanjakan turis, sehingga mereka bisa datang berkali-kali,” imbuhnya.

Atraksi seni budaya Papua di Festival Danau Sentani 2018. (Dok. Perwira Management)

“Jadi kendalanya itu ya kita harus memastikan bahwa tempat itu sudah siap baik dari segi sumberdaya manusia (SDM), infrastruktur dan lain sebagainya yang menunjang tempat wisata itu agar masyarakat paham dan dapat berkembang dari ekonominya dari pariwisata,” tandas Joko Sunaryo. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here