Tingkatkan Investor Pasar Modal, BEI Papua Hadirkan Satu Lagi Anggota Bursa di Jayapura

0
68
Reperesentative Officer PT Indopremier Sekuritas Cabang Jayapura, Riendhra menuturkan, bahwa kehadiran PT Indopremiere Sekuritas (IPOT) bertujuan untuk melayani masyarakat Papua yang ingin berinvestasi di Pasar Modal. (Humas BEI Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Seiring dengan tingkat literasi dan pemahaman masyarakat Papua yang semakin baik tentang investasi pasar modal, minat masyarakat untuk menjadi investor di Papua semakin meningkat.

“Hal ini membuktikan bahwa minat investasi generasi muda Papua cukup tinggi, bahkan bereada di peringkat 4 besar secara nasional“ ungkap Payokwa saat menyerahkan hadiah lomba secara simbolis, di sela- sela acara buka bersama keluarga besar IDX-Papua. (Humas BEI Papua)

Hal ini disampaikan Kepala Kantor BEI Perwakilan Papua, Kresna A. Payokwa, dalam sebuah keterangan pers yang diterima lintaspapua.com, di Jayapura, Kamis (23/5/2019).

“Terlihat dari investor di Papua yang setiap bulan terus meningkat jumlahnya, serta minat masyarakat untuk mengikuti kelas-kelas edukasi yang diadakan oleh BEI Papua yang terus bertumbuh,” ujar Kresna A. Payokwa.

Dikatakan, bahwa untuk dapat terus memberikan layanan edukasi bagi investor saat ini telah hadir salah satu Anggota Bursa baru di Papua yaitu PT Indopremier Sekuritas (IPOT) yang saat ini berkantor di kantor BEI Papua sejak awal Mei 2019.

Sementara itu, Reperesentative Officer PT Indopremier Sekuritas Cabang Jayapura, Riendhra menuturkan, bahwa kehadiran PT Indopremiere Sekuritas (IPOT) bertujuan untuk melayani masyarakat Papua yang ingin berinvestasi di Pasar Modal.

“Apalagi kehadiran IPOT disertai dengan beberapa keunggulan seperti  Proses pembukaan rekening saham yang sangat mudah, bisa dilakukan melalui handphone dengan aplikasi IPOT GO tanpa materai dan tandatangan basah, serta bisa jadi dalam sehari,” ungkap Riendhra.

Ditambahkan, bahwa yang berikutnya adalah Fitur aplikasi online trading sangat banyak dan lengkap seperti trading otomatis, stock screener.

“Serta selain saham ada produk pasar modal lain yang bisa diakses seperti obligasi, reksadana, dan ETF serta yang keempat adalah Fee transaksi yang terjangkau yaitu 0,19% untuk transaksi pembelian, dan 0,29% untuk transaksi penjualan,” tuturnya.

Drinya berharap, dengan bertambahnya Anggota Bursa di Papua, pertumbuhan investor dan transaksi dapat terus meningkat.

“Tentunya dengan semakin variatifnya sarana dan pilihan investasi, akan semakin baik bagi masyarakat Papua, sehingga kita dapat melakukan investasi yang aman legal dan menguntungkan di Pasar Modal, dengan kualitas layanan semakin meningkat,” tandasnya mengakhiri pembicaraan.  (Fransisca / lintaspapua.com)