Imigasi Papua Gelar Buka Puasa Bersama Wartawan

0
144

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia Kantor Wilayah Papua, mengadakan  silaturahmi  buka puasa bersama wartawan

Hadir 50 orang wartawan dari media Papua di Jayapura.kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka kerjasama kolaborasi media Papua dengan imigrasi, agar keterbukaan infomasi publik, pelaksanaan tugas, fungsi keimigrasian dalam tugas memberikan pelayanan maksimal di Tanah Papua, Kamis (23/5/2019).

Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil, Kemenkumham Papua, Hermansyah Siregar  mengatakan, bahwa berita tentang keimigrasian di Provinsi Papua masih jarang di beritakan.sehingga pentingnya pihaknya menyampaikan tugas dan fungsi keimigrasian secara lengkap kepada media di Papua, karena fokus pada pengawasan keimigrasian.

“Mungkin kami jajaran keimigrasian belum optimal menjalin kerjasama dengan media, menjalin komunikasi dengan media sekalian. Tidak salah memang,”

“Tapi penertiban passport itu hanyalah salah satu tugas fungsi dari tugas keimigrasian, lebih luasnya keimigrasian sesuai pasal 1 ayat 1 undang -undang nomor 6 tahun 2011 menyatakan,  Keimigrasian adalah hal ihwal lalu lintas orang  masuk atau keluar Wilayah Indonesia serta pengawasannya dalam rangka menjaga tegaknya kedaulatan negara,” katanya.

Hermansyah menjelaskan,  pelaksanaannya  memang penertiban pasport untuk WNI. Sementara untuk WNA pihaknya menjelaskan diterbitkan ijin tinggal yang sebelumnya mereka masuk melalui chek poin dan diberikan ijin tinggal.

Selain melakukan ijin tinggal keimigrasian juga melakukan pengawasan atas keberadaan dan kegiatan orang asing, jadi WNA yang ada di Papua harus benar-benar ijin tinggalnya, sesuai peruntukannya dan  melakukan kegiatan sesuai maksud dan tujuannya, tidak sampai mau berwisata namun melakukan kegiatan bekerja.

Hermansyah menekankan, pemahaman masyarakat umum yang diedukasikan melalui pemberitaan media massa.Timpora sendiri sesuai amanat undang-undang pasal 69 harus dibentuk di tingkat nasional, provinsi, kabupaten dan Timpora tingkat kecamatan.

“Bagian pengawasan orang asing sendiri sangat luas, maka kami terus melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, kami bentuk wadahnya yang disebut tim pengawasan orang asing ( Timpora),” jelasnya lagi.Ini dibentuk untuk memudahkan tukar menukar informasi, komunikasi, koordinasi bahkan mungkin melakukan operasi bersama dengan instansi terkait,” tambahnya.

Semua fungsi dan tugas ini perlu diketahui publik.Awak media sangat strategis perannya untuk mendukung dan meningkatkan kapasitas fungsi keimigrasian sebagai mata dan telinga, imigrasi butuh informasi dari masyarakat juga, terkait keberadaan dan kegiatan orang asing, harapannya di 2019 ini berita tentang keimigrasian akan lebih aktif dan WNA asing dapat dikontrol lebih  baik lagi. (Fransisca/lintaspapua.com).