Sehari Jelang Penutupan, Pelamar CPNS di Kabupaten Jayapura Capai 3.699 Orang

0
687
Kepala BKPSDM Kabupaten Jayapura, Alex Rumbobiar, ketika menanyakan kepada admin terkait jumlah total pelamar CPNS di Lingkup Pemkab Jayapura. (Irfan / HPP)

Kepala BKPSDM ALex Rumbobiar: 1075 Pelamar Lagi Masih Belum Terverifikasi atau Belum Serahkan Dokumen Fisiknya

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Total pendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, hingga satu hari sebelum masa pendaftaran seleksi CPNS 2018 di tutup hampir 3699 orang. Pendaftaran akan ditutup pada Jumat (17/5/2019) pukul 11.00 WIT.

“Untuk kita di Pemerintah Kabupaten Jayapura, ketika pendaftaran seleksi CPNS dibuka dari tanggal 24 April hingga tanggal 16 Mei 2019 itu animo pelamar khusus untuk Kabupaten Jayapura sebanyak 3699 orang. Data yang sudah masuk ke kami hingga pukul 16.00 WIT atau jam 4 sore ini berjumlah 3699,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jayapura, Alex Rumbobiar, ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (16/5/2019) sore.

Menurut Alex Rumbobiar, dari 3699 orang pelamar CPNS, yang sudah terverifikasi data fisik administrasinya itu sebanyak 2624. “Yang sudah di verifikasi sebanyak 2624, verifikasi data fisik administrasinya. Kemudian yang belum terverifikasi itu sebanyak 1075,” ucapnya.

“Baruu 2624 pelamar yang telah terverifikasi data fisik dokumen administrasinya ke BKPSDM. Sedangkan 1075 pelamar lagi masih belum terverifikasi atau belum serahkan dokumen fisiknya. Jadi, diharapkan dan diimbau untuk segera menyerahkan dokumen batas waktu akhir pada hari Jumat (17/5) ini sebelum jam 11 siang,” sambung Alex.

Selain itu, Alex Rumbobiar menuturkan, masa verifikasi bagi pendaftar online untuk menyerahkan dokumen fisiknya ke BPKSDM Kabupaten Jayapura paling lambat tanggal 17 Mei 2019 (hari ini) hingga pukul 11.00 WIT. Setelah itu, pelamar tidak dapat lagi menyerahkan dokumen fisik yang dimaksud untuk dilakukan verifikasi.

“Karena kita menggunakan aplikasi yang terhubung langsung ke pusat di Jakarta untuk verifikasi data fisiknya,” tutur Alex Rumbobiar.

Lebih lanjut lagi Alex menerangkan, apabila ada pelamar yang telat menyerahkan dokumen fisik dari waktu yang telah ditentukan, pihaknya akan langsung melapor ke pusat agar tetap bisa diakomodir. Apa yang telah berlaku merupakan ketentuan dari pusat dan wajib dipatuhi oleh pemerintah daerah dalam masa penerimaan CPNS 2018.

“Dan menyangkut masalah formasi, formasi yang sudah dilamar oleh para pelamar dalam beberapa hari terakhir ini sudah 90 persen terisi semua. Hanya ada beberapa yang belum terisi karena itu bidang teknis sekali, sehingga ini akan ditindak lanjuti dengan menyurat ke Menpan RB dan BKN Pusat agar formasi ini diminta untuk dialihkan,” terangnya.

Dirinya menambahkan, untuk formasi teknis yang belum terisi, pihaknya akan mengusulkan perubahan formasi kepada Menpan RB dan BKN Pusat untuk dapat merestui dan menyetujui usulan formasi lain secara khusus diperuntukkan bagi pelamar CPNS Non Papua.

Penerimaan seleksi CPNS di lingkup Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk mengisi formasi sebanyak 639 formasi yang dibutuhkan meliputi, tenaga guru 232, tenaga kesehatan 223 dan tenaga teknis 184. Dengan perbandingan 80 persen khusus formasi bagi pelamar Orang Asli Papua (OAP) dan 20 persen lagi bagi Non Papua. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here