JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua diminta melakukan evaluasi terhadap proses perhitungan suara dalam pelaksanaan Pemilu Presiden dan Legislatif, di masa mendatang.

Pimpinan dan Anggota KPU Papua saat foto bersama Gubernur Papua, Lukas Enembe, S,IP, MH. (Fransisca /lintaspapua.com)

Hal demikian, untuk menghindari gugurnya para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) saat proses perhitungan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Dalam pelaksanaan pemilu kali ini, pencoblosan dilakukan dengan jumlah lima surat suara. Tentunya ini sangat banyak sekali, sehingga membutuhkan waktu yang panjang untuk menghitungnya”.

“Makanya, saya minta KPU lakukan evaluassi serta jadikan hal ini sebagai pembelajaran. Supaya apa, dalam pelaksanaan pemilu serentak di masa mendatang tidak terulang lagi,” ucap ia.

Klemen pada kesempatan itu mengapresiasi kinerja para petugas KPPS yang gugur dalam tugasnya selama pelaksanaan pilpres dan legislatif di seluruh wilayah Bumi Cenderawasih. Sebab memang pesta demokrasi kali ini, merupakan hal baru yang memakan waktu.

Diketahui, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 01, Kampung Makmur, Distrik Fofi, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua, bernama Adrianus Sagi (40) meninggal dunia pada Sabtu (20/4).

Selain itu, Ketua KPPS di TPS 16 Kelurahan Sentani Kota, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua atas nama Marthen Torry Membieuw yang juga meninggal dunia pada Senin (22/4) pukul 03.00 WIT.

Ketua KPU Papua, Theodorus Kossay dalam satu kesempatan menyatakan bela sungkawa yang mendalam, atas gugurnya para petugas KPPS di sejumlah wilayah bumi Cenderawasih. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)