Pasca Banjir Bandang, RSUD Youwari Kesulitan Air Bersih

0
429
Bupati bersama para dokter di RSUD Youwari. (Irfan/HPP)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Pasca Banjir Bandang dan Longsor di Sentani pada tanggal 16 Maret 2019 lalu, kini muncul masalah baru.

RSUD Youwari dikabarkan mengalami kesulitan air bersih untuk kebutuhan pelayanan maupun kebutuhan pasien di rumah sakit milik plat merah tersebut.

Hal itu dikatakan Dr. Petronella Marcia Risamasu, dr, M.Ked.Trop saat ditemui di Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (25/4/2019) kemarin.

“Ya, kabar itu betul karena pasca banjir bandang dan longsor yang terjadi di Kabupaten Jayapura pada tanggal 16 Maret 2019 lalu, hingga kini kami di RSUD Youwari masih kesulitan air bersih,” ucapnya.

“Air bersih, terutama untuk kebutuhan pelayanan ataupun kebutuhan pasien itu yang sulit kita dapatkan sampai sekarang. Karena waktu itu kami juga terdampak saat bencana tersebut,” sambung dokter Mala, demikian sapaan akrabnya.

Meski masih sulit mendapatkan air bersih, dr. Mala mengungkapkan, untuk mengatasi hal tersebut pihaknya terpaksa harus membeli air dari luar rumah sakit.

“Jadi, ada mobil tangki-tangki air yang masuk ke rumah sakit untuk memenuhi kebutuhan air. Karena kita tahu sendiri pastinya air bersih ini akan dibutuhkan setiap saat,” imbuhnya.

Dirinya juga mengungkapkan, pada masa tanggap darurat pihaknya mendapatkan bantuan air bersih.

“Dan, pada masa transisi ini dengan bantuan dari BPBD, kami sedang memperbaiki sumber air. Selain itu, instalasi perpipaannya juga kita perbaiki,” ujarnya.

Ditanyai soal dampak yang terjadi di RSUD Yowari saat bencana itu terjadi, Petronela meenuturkan bahwa tidak ada dampak yang fisik yang secara spsifik kelihatan, “tapi pada saat malam kejadian itu dampak psikologis bagi pasien dan perawat yang bertugas saat itu pasti ada. Karena hujan yang begitu deras dan kemudian gemuruh yang besar sempat menimbulkan kepanikan di malam kejadian dan pasien sempat diungsikan ke loby. Tetapi setelah suasana tenang di kembalikan lagi kemudian setelah itu tentunya penanganan korban pasca bencana yang kami tangani dan memberikan trauma healing kepada korban dan pasien sampai sekarang,” pungkasnya. (Irfan . Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here