SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Program The Gade Clean and Gold, PT Pegadaian (Persero) kini mulai merambah ke Tanah Papua dan akan diresmikan pada 3 Mei 2019 di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Program tersebut merupakan upaya Pegadaian untuk meningkatkan kesehatan dan juga kesejahteraan masyarakat dengan mengubah sampah menjadi emas.

 

“Untuk program The Gade Clean and Gold itu sudah mulai digagas dari bulan Februari 2019, kemudian baru dilakukan pembangunan tahap awal itu di Maret 2019 dan Insha Allah kalau tidak ada halangan akan diresmikan pada tanggal 3 Mei 2019 nanti oleh bapa Bupati Jayapura,” demikian dikatakan Kepala Cabang Pegadaian Sentani, Ahmad Fadly Sanjaya ketika ditemui diruang kerjanya, Selasa (23/4/2019) kemarin sore.

 

Ahmad Fadly menyampaikan, kini masyarakat Papua khususnya di Kabupaten Jayapura bisa menukarkan sampah plastik ataupun sampah daur ulang lainnya dengan emas. “Hal ini hanya bisa dilakukan di Kantor Cabang Pegadaian Sentani, dan ini sebenarnya bukan program baru. The Gade Clean and Gold itu temanya adalah memilah sampah menjadi emas,” papar pria yang juga menjabat sebagai Senior Manager pada Kantor PT Pegadaian (Persero) Cabang Sentani.

 

Selain itu, Ahmad Fadly juga menjelaskan, program ini adalah program bersih-bersih dan juga CSR  dari PT Pegadaian (Persero) dalam rangka untuk meningkatkan serta mensejahterahkan masyarakat.

 

Dirinya juga mengungkapkan, sebenarnya program ini bukan hanya dilakukan di Kabupaten Jayapura saja, tetapi sudah dilakukan juga di skala nasional yang lebih besar.

 

“Dalam program ini, kami bekerja sama dengan bank sampah yang nantinya Bank Sampah yang dulu konsepnya dia memiliki buku tabungan sampah sendiri. Dengan adanya join dengan PT Pegadaian (Persero) nantinya masyarakat dapat menukar sampah baik itu sampah plastik, sampah karton ataupun sampah daur ulang itu dengan emas,” imbuhnya.

 

“Artinya saat ini, sampah yang tadinya tidak bernilai dan dianggap tidak berguna nantinya bisa diubah menjadi emas. Dengan konsep setiap 4 kg sampah dapat ditukar derngan 0,01gram emas,” sambungnya.

 

Dengan adanya program The Gade Clean and Gold ini, Ahmad Fadly menuturkan, kedepan dapat merubah mindshett (cara pikir) masyarakat ketika meilhat sampah, yang tadinya sampah dianggap sebagai sesuatau yang tidak berguna dapat dipandang sebagai sesuatu yang punya nilai tinggi.

 

“Jadi, masyarakat bisa melihat sampah sama dengan melihat emas dan otomatis dengan begitu dampak postif untuk lingkungan juga pastinya ada,” tuturnya.

 

Bank sampah yang ada di Kabupaten Jayapura yang akan diajak kerja sama adalah Bank Sampah Khenambay Umbay yang terletak di Komba, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

 

“Kita ajak kerja sama mereka, karena kita rasa bank sampah itu memiliki kredibiltas dan juga sudah menjadi sentral pengelolaan sampah di daerah ini, yang mana pengolaannya sudah cukup baik. Selain sangat baik, bank sampah ini juga mendapat support dari pemerintah daerah,” cetusnya.

 

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat bagaimana mengolah sampah, untuk menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan tidak membuang sampah sembarangan lagi. Karena bisa ditukarkan dan dimanfaatkan menjadi tabungan emas.

 

“Jadi, konsepnya itu seperti ini. Nasabah Bank sampah yang tadinya mereka menukarkan sampah dengan sejumlah uang yang nilainya kalau sampah plastik itu 1 kg nya hanya Rp 1.500. Jadi, dengan 4 kg sampah, maka masyarakat sudah bisa dapat emas 0.01gram. Sehingga konsep invetasinya dapat,  konsep nabungnya juga dapat,” tukas Ahmad Fadli. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)