Warga Kelurahan VIM Aksi Spontanitas Pertanyakan Lambatnya Logistik dan Alasan Penudaan Pencoblosan Pemilu 2019

0
1635
Aksi spontanitas warga kelurahan VIM Distrik Abepura, sebagai dampak dari lambatnya distribusi logistik dan ditundanya pelaksanaan Pencoblosan Pemilu 2019. (ISTIMEWA)

KOTARAJA (LINTAS PAPUA)  – Koordinator Aksi Spontanitas Kelurahan VIM, Maikel Korwa mengatakan, pihaknya belum mengetahui apa yang terjadi di KPU Kota Jayapura, sehingga terjadi pembatalan pencoblosan Pemilu 2019 di Kelurahan VIM, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua.

“Mungkin hanya sebagian tempat,  namun kami di Perumahan Pemda II Kotaraja, Kelurahan VIM, kami tidak melakukan pemilihan hak suara kami, sehingga hak kami sudah di pasung, sehingga kami minta perlu dijelaskan kepada publik,” ujar Maikel Korwa, dalam orasinya. di lokasi aksi depan Kantor Kelurahan VIM di Kotaraja Dalam, Rabu (17/4/2019).

Caption Foto : Beberapa Suasana Aksi Spontanitas terkait penundaan Pencoblosan Pemilu 2019 dari Warga Perumahan Pemda II Kotaraja Kelurahan VIM Distrik Abepura di depan kantor Kelurahan Vim di Kotaraja Dalam, Rabu (17/4/2019) siang. (Eveerth Joumilena / lintaspapua,com)

Dirinya mempertanyakan, dimana kinerja KPU Kota Jayapura dan dimana Kinerja Bawaslu yang melakukan pengawasan terhadap jalannya Pemilu 2019.

 

“Aksi yang dilakukan adalah spontanitas, karena PPD dan KPPS sudah menyiapkan dan menunggu di Tempat Pemungutan Suara (TPS) sejak jam 6.00 pagi hingga jam 12.00 Siang Waktu Kotaraja dan mendapatkan jawaban ditunda,” jelasnya.

Pihaknya secara jelas juga mempertanyakan, alasan penundaan apakah dari Bawaslu  atau KPU Kota Jayapura, karena pengunduran yang direcanakan pihaknya belum menerima surat dan kapan diundurkan dan dimana serta alasan mengapa diundurkan.

“Kami meminta kepada KPU Kota Jayapura, Bawaslu Kota Jayapura dan Pemerintah Kota Jayapura harus bertanggungjawab dna harus bisa dijelaskan kepada publik secara lokal di Jayapura dan secara umum nasioanl, sehinga publik bisa mengetahui,” tuturnya.

Ditegaskan, bahwa Pemilu 2019 adalah agenda nasional, sehingga kalau ditunda harus dijelaskan kepad amasyarakat dan menjelaskan secara baik.

Sementara itu, Warga TPS 039 Kelurahan Vim, Zacharias mengakui, belum jelas alasan penundaan, karena masih dari informasi lisan dan tentunya masyarakat sangat kecewa ketika semua sudah siap, namun tidka dapat terlaksana.

 

“Distrik Abepura merupakan barometer demokrasi dan selama ini belum pernah mengalami hal semacam ini, apalagi semua dalama kota yang aksesnya bisa terjangkau. Semoga Pemerintah Kota Jayapura dapat menangani hal ini dan tengtunya Penyelenggara KPU Kota Jayapura dapat membenahi semua sistem kerja, sehingga tidak terulang, apalagi banyak undangan C6 tidak diterima warga masyarakat secara baik,” tandasnya berpesan.

 

Sebelumnya, Proses pemungutan suara di Distrik Jayapura Selatan dan Distrik Abepura, Kota Jayapura mengalami kendala teknis distribusi logistik.

Warga domisili di dua wilayah tersebut dijadwalkan mendapat giliran mencoblos pada Kamis, 18 April 2019 berdasarkan rapat terbatas KPU Kota Jayapura bersama Wakil Wali Kota Jayapura dan Kapolres Jayapura Kota.

Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM sesalkan kinerja KPU Kota Jayapura yang dinilai sangat lambat atau menyalahi aturan. Ia menghimbau kepada seluruh warga yang belum memenuhi hak memilih, agar tetap hadir di hari berikutnya untuk melakukan pencoblosan.

WALI KOTA JAYAPURA, DR BENHUR TOMI MANO, MM., SAAT MEMANTAU PROSES PENYELENGGARAAN PEMUNGUTAN SUARA DI SALAH SATU TPS DI DISTRIK MUARA TAMI. (Humas Kota Jayapura)

 

“Kejadian seperti ini sudah sangat mempengaruhi minat pilih dari warga, namun saya harap di hari berikutnya tanggal 18 agar tetap datang ke TPS, jangan golput dan tetap gunakan hak suara,” kata Wali Kota pasca meninjau proses pemungutan suara di TPS Muara Tami, Rabu 17 April 2019, sebagaimana informasi yang diterima dari Humas Kota Jayapura.

Sebanyak 744 TPS di Distrik Abepura dan Distrik Jayapura Selatan alami kendala keterlambatan distribusi logistik. Hal tersebut membuat ribuan warga di TPS yang tersebar di sejumlah distrik harus menunggu sejak pukul 07.00 WIT.

Wali Kota Jayapura sendiri masih belum menggunakan hak pilihnya di TPS 12 Kelurahan Wahno, Distrik Jayapura Selatan. Direncanakn Pencoblosan akan diundur ke Hari Kamis, 18 April 2019 yang meliputi dua distrik, yakni Distrik Abepura dan Distrik Jayapura Selatan. (Eveerth Joumilena / lintaspapua.com)

 

 

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here