Salah Satu KPPS di Mimika Dinilai Batasi Waktu Pencoblosan

0
101

JAYAPURA (LINTASPAPUA) – Waktu pencoblosan surat suara dibatasi oleh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), anggota Calon Legislatif (Caleg) merasa dirugikan dengan aturan tersebut.

Maria Duwitau salah satu Caleg DPR Papua, dari Dapil Mimika, sangat menyayangkan hal ini,  karena menurutnya, banyak pemilih pemula maupun yang sudah lanjut usia harus membukan kertas dan membaca nama-nama anggota caleg sehingga membutuhkan waktu lebih banyak lagi.

Ia menambahkan,  ada beberapa TPS di Distrik Mimika Baru, terdapat banyak surat suara yang belum di coblos, sementara masih banyak masyarakat yang belum mencoblos atau memberikan hak suaranya karena di batasi oleh waktu yang telah tetapkan olah pengawas KPPS.

“Seperti di TPS 04, Distrik Mimika Baru, masyarakat di berikan waktu 15 menit sampai 20 menit saja untuk melakukan pencoblosan.Sementara terdapat jumlah 5 surat suara yang harus di pilih dengan teliti dan membutuhkan waktu yang cukup atau lebih dari 20 menit,” kata Maria Duwitau, melalui telepon, Rabu, (17/4/2019) sore.

“Sangat aneh, kenapa jam 1 siang TPS sudah di tutup, dan ketika ada masyarakat yang belum memilih datang ke TPS, petugas menyuruh untuk pulang karena sudah ditutup,” katanya menambahkan.

Dikatakan, dengan adanya batasan waktu yang yang berikan oleh petugas TPS, dikuatirkan banyak surat suara yang rusak, dan hal itu secara tidak langsung juga telah membatasi hak pilih dan akan merugikan banyak caleg,

“Surat suara begitu banyak dengan nomor urut partai, nomor urut caleg dan nama caleg saja tidak ada foto caleg yang bisa di lihat dengan jelas.Dan hal ini tentu perlu di sikapi baik oleh pihak penyelenggara,”jelasnya.

Maria menambahkan,  pihak penyelenggara dalam hal ini KPU di Mimika harus bisa memahami baik proses penyelenggara Pemilu, sehingga tidak terjadi hal yang demikian.

“KPU Mimika harus mengoreksi diri ketika jangan hanya satu partai dengan cara seperti ini, harus membatasi hak pemilih dan ini juga patut dicurigai, karena kalai banyak surat suara yang belum di coblos akan di bawa kemana surat suara tersebut,” tandasnya.(Gracio/Lintaspapua.com)