ARSO (LINTAS PAPUA) –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua dan KPU Kabupaten Keerom gelar konser musik Pemilu di Kampung Jaifur Distrik Skanto Arso 3, Rabu (10/4/2019).

Sebagai bentuk semarakan pesta demokrasi juga wadah mengajak masyarakat Keerom melaksanakan kewajiban memilih wakilnya tanpa Golput.

 

Ketua KPU Kabupaten Keerom, Kornelis Watkaat mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk sosialisasi mengingat Pemilu serentak tersisa 7 hari lagi.

“Ini bentuk sosialisasi agar masyarakat paham teknis-teknis pencoblosan nanti,”katanya.

 

Dalam kegiatan ini, Kornelis juga mau mengajak agar warga di Kabupaten Keerom juga dapat mengambil bagian untuk menentukan nasib bangsa dengan melalui proses pemilu nanti.

“Mari gunakan hak suara anda karna anda yang menentukan pembangunan untuk 5 tahun kedepan, jangan salah memilih, pilihlah sesuai dengan hati nurani,” ajak mantan Wartawan ini.

“Mari kita ciptakan pemilu yang jauh damai, yang bermartabat, jauh dari Golput, jauh dari SARA dan jauh dari konflik,” tambahnya.

 

Anggota KPU Divisi Sosialisasi dan Parmas Keerom, Frengki Tiwe menjelaskan, hal  ini bukan sosialisasi yang pertama yang dilakukan oleh KPU Kab.Keerom.

 

“Sebelumnya kami sudah 3x melakukan sosialisasi seperti di Kantor KPU di Kab.Keerom, dan yang terakhir ini kai menggelar Konser Musik di Distrik Skanto di koordinir dari KPU Provinsi Papua,”jelasnya

 

Sementara itu menurut Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Distrik Skanto, Dedik Suryanto menuturkan bahwa yang hadir hari ini tak hanya masyarakat dari Kampung Jaifuri namun ada pula kelompok-kelompok di masyarakat.

 

“Ada para Kepala Kampung dari 12 Kampung yang ada , tokoh-tokoh paguyuban, tokoh agama, tokoh pemuda, serta pemuda karang taruna,”tuturnya.

Sosialisasi yang dilakukan mendapat respon positif dari warga Arso 3 salah satunya Yudianto.

 

“Konser Musik yang diadakan ini sangat bagus, kami masyarakat sangat antusias karna sejujurnya kami masih banyak yang belum tahu terkait teknis-teknis pencoblosan seperti warna suara serta mekanisme pencoblosan,”imbuhnya.

 

Yudianto mengaku,  sebelumnya hanya mendapat informasi melalui media sosial.

“Sebelumnya demikian, namun kami bersyukur hadirnya KPU ke kampung kami, kami jadi paham akan teknis dan wajib menggunakan hak pilihnya,” pungkasnya. (Fransisca/lintaspapu.com)