KPU Kabupaten Jayapura Gelar Simulasi Pencoblosan Pemilu 2019

0
170
Nampak Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E., M.Si., dan Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro saat berada di bilik suara ketika melakukan pencoblosan pada pelaksanaan Simulasi Pencoblosan Pemilu Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Jayapura, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (11/4/2019) kemarin pagi. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jayapura menggelar simulasi pemungutan suara (pencoblosan) Pemilu Serentak Tahun 2019, Kamis (11/4/2019) kemarin pagi sekitar pukul 09.00 WIT.

 

Simulasi tersebut langsung di buka Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE., M.Si., dan dihadiri Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro, Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, SH., S.IK., MH., M.Si., Ketua KPU Kabupaten Jayapura Daniel Mebri, S.H., unsur Forkompimda Kabupaten Jayapura, Bawaslu Kabupaten Jayapura, sejumlah Kepala OPD di lingkup Pemkab Jayapura, perwakilan partai politik (Parpol) peserta Pemilu, para ASN di lingkup Pemkab Jayapura, penyelenggara Pemilu tingkat Distrik dan Kampung serta para pemilih pemula.

Simulasi pencoblosan suara diawali oleh Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE., M.Si., bersama Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro memasuki area TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang sengaja dirancang sesuai dengan pelaksanaan Pemilu nantinya.

 

Diawali dengan mendaftarkan diri menggunakan surat undangan maupun KTP-el, kemudian petugas memanggil dan memberikan lima kertas surat suara yang telah di sediakan. Kelima kertas surat suara di cetak sesuai dengan surat suara asli. Namun menggunakan lambang atau gambar bukan dari partai politik.

 

Diawali dengan mendaftarkan diri menggunakan surat undangan maupun KTP-el, kemudian petugas memanggil dan memberikan lima kertas surat suara yang telah di sediakan. Usai mendapatkan kertas suara, kemudian bupati dan wakil bupati menuju bilik suara untuk melakukan pencoblosan. Usai melakukan pencoblosan, bupati dan wakil bupati langsung menunjukkan lima kertas surat suara yang telah dicoblos nya. Kemudian dilanjutkan dengan memasukkan kertas surat suara kedalam kotak suara sesuai kertas dan kotak masing-masing.

 

Bupati Mathius dalam sambutannya menyebutkan, simulasi pemungutan suara (pencoblosan) ini sangat penting dilakukan. Hal tersebut lanjutnya, guna memberikan pemahaman kepada masyarakat serta mempersiapkan para petugas dalam menghadapi pesta demokrasi pada 17 April 2019 nanti.

 

“Simulasi ini sangat penting dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat, tadi juga sudah sama-sama melakukan pencoblosan, sehingga kita simulasikan bagaimana cara pelaksanaan pemungutan suara pada Pilpres dan Pileg tahun 2019,” katanya.

 

Mathius mengatakan, Pemilu serentak tahun 2019, baik itu Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) pada tanggal 17 April nanti itu adalah Pemilu yang paling rumit dan paling besar.

 

“Kalau melihat Pemilihan Umum (Pemilu) besok, baik Pemilihan Legislatif maupun Pemilihan Presiden pada tanggal 17 April 2019 adalah Pemilu yang paling rumit dan paling besar. Jika (Pemilu) ini sukses, maka akan menjadi prestasi besar untuk Republik Indonesia (RI). Untuk itu, mari kita berikan aplaus untuk Pemilu yang begitu spektakuler, ya sangat spektakuler besok Pemilu di negara kita ini,” jelas Bupati Jayapura disambut tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan maupun para peserta simulasi pencoblosan.

 

“Oleh karena itu, pekerjaan ini adalah pekerjaan besar karena kita memilih Anggota DPR di semua tingkatan, kita memilih Anggota DPD RI. Tapi, juga kita memilih presiden dan wakil presiden dalam satu hari serta dalam satu kali pelaksanaan. Inilah sejarah besar bagi negara kita,” sambungnya.

 

Ia juga berharap,  para ketua partai politik, tokoh adat, pemuda maupun tokoh masyarakat agar senantiasa mengajak masyarakat untuk mendatangi TPS di daerah masing-masing guna memberikan hak pilihnya.

 

“Semoga pada pelaksanaan pemilu ini di Kabupaten Jayapura bisa berjalan aman dan lancar tanpa ada kendala apapun,” harapnya.

 

Ketua KPU Kabupaten Jayapura, Daniel Mebri, S.H., menambahkan, pelaksanaan simulasi sengaja di rancang seperti real. Dengan tujuan untuk melihat apa saja kelemahan maupun kendala, sehingga dapat di antisipasi.

 

“Ini sengaja dibuat yang real karena kita mau melihat dalam evaluasi nanti mau lihat apa kelemahan-kelemahan dan apa yang harus diperbaiki. Misalnya ada kekurangan atau kesalahan dari petugas,” tukas Daniel Mebri kepada wartawan usai simulasi pencoblosan, Kamis (11/4/2019) siang. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)