<
Lintaspapua.com

Alex Doga Tidak Cabut Gelar, Tetap Menyerahkan Tanah Kepada TNI

LINTAS PAPUA - Jumat, 12 April 2019 - 07:56 WITA
Alex Doga Tidak Cabut Gelar, Tetap Menyerahkan Tanah Kepada TNI
 Kepala Suku Besar Daerah Omakrikmo, Alex Doga, saat memberikan keterangan kepada media di Abepura. (Fransisca / lintaspapua.com) ()
Penulis
|
Editor

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Kepala Suku Besar Daerah Omakrikmo, Alex Doga, walaupun didesak oleh beberapa pihak salah satunya, Forum Kerja Oikumenis Gereja-Gereja Di Tanah Papua, pihaknya tidak akan mencabut gelar yang diberikan kepada Mayor Jenderal Georfe Elnadus Supit sebagai kepala suku besar pegunungan tengah dan akan tetap menyerahkan tanah kepada TNI, Hal ini di sampaikan kepada media di Abepura, Kamis (11/4/2019).

 

 

Kepala suku besar daerah Omakrikmo, Alex Doga, menegaskan tidak akan mecabut gelar yang pernah di berikan pada Mayor Jenderal Georfe Elnadus Supit.

 

“Gelar tersebut diberikan melalui adat, tidak akan saya cabut gelar yang diberikan karena bila dicabut, itu suatu kesalahan,”katanya.

 

Menurutnya, apabila gelar dicabut, adat yang telah dipercayai selama ini akan marah. “Bila dicabut dan adat juga akan marah, maka gelar itu tetap dan tidak akan dicabut kembali. Tidak boleh juga dicabut sebab pemberian adat itu merupakan adat budaya saya,” ucapnya.

 

Alex memyampaikan , bahwa ia tak akan melakukan pembatalan terkait penyerahan tanah kepada TNI seluas 90 hektar yang terletak di Wuluwaga, Kampung Kimbim Distrik Asologaima, Kabupaten Jayawijaya

 

“Tanah yang diberikan dimaksudkan agar diolah dalam pembangunan guna kesejahteraan bagi masyarakat saya sendiri,” Tuturnya.

 

Mendengar pernyataan yang dilontarkan oleh salah satu maklumat MRP tentang larangan pemberian nama atau gelar adat kepada orang lain diluar suku pemangku adat, Alex mengatakan bahwa pemberian adat adalah budaya dari adatnya sendiri bukan dari pemerintah.

 

“Meski MRP telah mengeluarkan maklumat, saya tidak akan mencabut gelar dan membatalkan penyerahan tanah karna tanah tersebut diberikan untuk diolah menjadi pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat saya sendiri,” ujarnya.

 

Sebelumnya, Ketua MRP, Timotius Murib mengatakan pemberian adat kepada Mayor Jenderal George Elnadus Supit dinilai sudah gugur secara adat. “MRP telah mengeluarkan Maklumat No.03 /MRP /XII/2018 tentang larangan pemberian nama atau gelar adat kepada orang lain diluar suku pemangku adat,”katanya.

 

Bahkan menurutnya, penyerahan tanah seluas 90 hektar tersebut batal dan itu merujuk dari Maklumat MRP No.04/MRP/XII/2018 tentang larangan transaksi jual beli lepas tanah milik masyarakat adat kepada pihak lain.

 

“MRP menilai hal-hal demikian harus gugur karena itu sama saja dengan napas orang Papua. Apalagi MRP sebagai lembaga kultural orang asli Papua akan tetap menjunjung tinggi hak-hak orang asli Papua yang salah satunya masalah tanah dan pemberian gelar kepada orang lain yang didalam diatur pada Maklumat MRP yang telah keluar,” pungkasnya. (Fransisca/lintaspapua.com)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
123