JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua resmi merilis kuota haji 2019, yang ditetapkan sebanyak 1.080 orang.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Pdt. Amsal Yowei, dalam keterangannya kepada persnya di Jayapura, Selasa (2/4/2019)(Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

Jatah tahun ini 2019 dipastikan sama dengan yang ditetapkan pada 2018 lalu dengan delapan orang diantaranta merupakan Tenaga Petugas Haji Daerah TPHD).

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Pdt. Amsal Yowei, dalam keterangannya kepada persnya di Jayapura, Selasa (2/4/2019), mengatakan jika sesuai rencana, jemaah haji seluruh Indonesia termasuk dari Bumi cenderawasih, bakal diberangkatkan pada 7 Juli hingga 5 Agustus 2019.

 

Kendati demikian, keberangkatan tetap disesuaikan dengan kloter yang telah ditentukan.

“Tapi yang pasti sampai saat ini,belum ada keputusan kloter. Intinya kita mau umumkan dulu kalau kuota haji 2019 secara nasional masih tetap sama dengan tahun lalu. yaitu sebanyak 221.000 orang yang terdiri dari kuota haji regular sebanyak 204.000 dan kuota haji khusus sebanyak 17.000 orang”.

“Dari kuota nasional ini, Papua mendapat jatah sebanyak 1.080 kuota haji,”  terang dia.

Semetara untuk pelayanan yang diterima saat naik haji, sambung dia, jemaah berhak mendapat pelayanan akomodasi, konsumsi, transportasi maupun pelayanan kesehatan memadai. Pelayanan itu diterima, baik di tanah air serta selama perjalanan maupun di Arab Saudi.

Jemaah haji, sambungnya, juga berhak mendapatkan perlindungan sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), seperti pemberian kenyamanan transportasi dan pemondokan selama di Indonesia, di Arab Saudi dan saat kepulangan ke tanah air.

“Intinya, berdasarkan UU No. 13 Tahun 2008, jemaah haji berhak mendapatkan pembinaan, pelayanan dan perlindungan dalam menjalankan ibadah haji”.

“Artinya nanti jemaah haji berhak mendapat bimbingan manasik sebanyak delapan kali secara keseluruhan,” pungkasnya. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)