TANGERANG (LINTAS PAPUA)  – Kirab karnaval politik di pusat kota Tangerang pada Minggu sore, 7 April 2019 berjalan amat meriah. Ribuan warga Banten mengarak pasangan calon presiden dan cawapres Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin diarak dari Alun-Alun Kota Tangerang sampai panggung utama di Jl. Ki Samaun, Tangerang.

Momen karnaval menjadi makin meriah saat memasuki kawasan Masjid Agung Al Ittihad, Jokowi bertemu dengan Jokowi. Capres Jokowi berhenti sejenak dari iring-iringan mobil parade yang ditumpanginya untuk menyaksikan hologram Jokowi, yang sejak siang hari menyuarakan pidato pencapaian program pemerintahan serta visi Jokowi di kepemimpinan periode berikutnya.

Momen spesial dalam karnaval ini sangat istimewa, karena untuk kali pertama Jokowi bertemu dengan hologram Jokowi, yang sejak akhir Maret lalu telah menyapa masyarakat di 51 titik, dari Lebak Banten, hingga Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Jakarta, Cikarang, Bekasi, Bogor, Depok, Brebes, Slawi, dan Kebumen.

“Ini super istimewa karena Jokowi meets Jokowi. Jokowi menyapa Jokowi,” kata Ketua Tim Kampanye Nasional Erick Thohir yang hadir dalam iring-iringan parade budaya itu.

Erick Thohir menekankan, hologram dalam kampanye ini seratus persen dirancang oleh anak-anak muda milenial kita yang memiliki kreativitas dan kemampuan teknologi tinggi. “Pihak TKN hanya memberikan arahan apa yang dibutuhkan dalam kampanye yang inovatif,” tegasnya.

Dalam pidatonya di panggung utama didampingi Direktur Program Tim Kampanye Nasional Aria Bima, Jokowi menggarisbawahi pesta demokrasi sebagai sebuah kegembiraan bersama.

“Jangan sampai pesta demokrasi diisi dengan ketakutan-ketakutan atau marah-marah. Siapa yang setuju pesta demokrasi harus diisi dengan kegembiraan dan tidak boleh marah-marah, tunjuk jari?” tanya Jokowi.

Ribuan warga Banten pun bersama-sama mengacungkan jari telunjuknya.

Jokowi menyebut secara khusus sapu raksasa yang dibawa alumni SMA Pangudi Luhur Jakarta. “Sapu raksasa ini digunakan untuk membersihkan hoaks. Membersihkan hasutan-hasutan. Dan membersihkan Indonesia dari korupsi,” jelasnya.

Setelah menjelaskan program tiga kartu sakti baru di program pemerintahan mendatang –yakni Kartu Sembako Murah, Kartu KIP Kuliah, dan Kartu Pra Kerja- Jokowi mengingatkan pelaksanaan pilpres yang kian dekat.

“Pilpres tinggal 9 hari lagi. Jangan lupa 17 April nanti pakai baju putih, karena yang akan dicoblos yang bajunya warna putih. Setuju?” seru Jokowi.

Dari arena kampanye hologram ‘Jokowi Meets Jokowi’ di pusat kota Tangerang itu, Djudju Siti Nurali mengaku senang bisa berinteraksi dengan hologram Jokowi.

“Ini sangat kreatif ya. Bisa mendengarkan langsung Pak Jokowi menyampaikan hasil kerja keras pemerintahan periode pertama yang akan dilanjutkan di periode berikutnya. Saya yakin, Pak Jokowi akan terpilih kembali jadi Presiden Indonesia,” kata perempuan asal Pondok Cabe Ilir, Tangerang Selatan itu.

Sukacita serupa disampaikan Agus Hidayat. “Saya senang melihat hologram Pak Jokowi. Ini bentuk kampanye yang sangat kreatif, inovatif, dan sesuai perkembangan zaman,” ungkap bapak asal Karawaci, Tangerang ini.

Direktur Program TKN Aria Bima menjelaskan, ada empat keunggulan yang dimiliki oleh kampanye berbasis hologram yang tidak ada dalam kampanye model konvensional.

“Pertama adalah kebaruan. Pemilu 2019 untuk pertama kali ada kontestan yang menggunakan dan memanfaatkan teknologi ini untuk menyosialisasikan gagasan dan program-programnya. Kedua, kampanye hologram ini dapat bergerak lincah, cepat, dan fleksibel,” katanya.

Kampanye hologram ini, lanjut Aria Bima, dapat dihadirkan di medan-medan yang sulit ditembus dan mustahil dilaksanakan dengan menggunakan kampanye konvensional.

Keunggulan ketiga, kata Aria Bima, adalah kemampuan hologram untuk dapat menghadirkan paslon tanpa harus datang mengingat jadwal yang sangat padat.

Yang terakhir, kampanye hologram mampu menghadirkan kegembiraan bagi warga yang menonton, karena konten hologram dikemas sebagai pertunjukan. (*)