DEIYAI (LINTAS PAPUA) –  Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Deiyai, Kornelis Pakage mengatakan, Dinkes Provinsi Papua telah memberikan rapor merah kepada Dinkes Deiyai pada empat tahun belakangan karena pelayanan kesehatan belum ada peningkatakan.

Menurut alumni FKM Uncen ini, sebagai penerima rapor merah di sisi pelayanan kesehatan, pihaknya yang baru seminggu diberikan kepercayaan Bupati baru akan terus melakukan perbaikan agar bisa berjalan baik.

Diberikan rapor merah karena derajat kesehatan masyarakat di wilayah tersebut belum ada peningkatan.

Selain itu, lantaran pengalokasian dana Otonomi Khusus (Otsus) tidak sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 8 Tahun 2014 yaitu sebesar 15 persen sehingga kiner pelayanan kesehatannya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Demi menghapuskan nilai rapot tersebut, Kadinkes Deiyai yang baru, Kornelis Pakage, S.KM,M. Kes sedang berupaya dengan cara memperbaiki semua persoalan yang ada di dalam tubuh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut.

“Karena kinerja dinas ini pada empat tahun terakhir di bawah standar atau kategori rapor merah. Upaya ini niat tinggi Kepala Dinas Deiyai baru untuk memperbaiki semua masalah satu per satu menuju masyarakat Deiyai sehat,” ungkap Kadinkes Deiyai, Kornelis Pakage, Selasa, (26/3/2019) pekan lalu.

Hal itu juga, kata dosan luar biasa FKM Uncen ini untuk mendukung program 100 hari kerja Bupati Ateng Edoway dan Wakil Bupati, Hengki Pigai.

Ia mengatakan, dirinya telah membawa semua pejabat di OPD tersebut ke Dinkes Provinsi Papua guna melakukan konsultasi program agar kedepan bisa berjalan baik.

“Saya selaku Kepala Dinas Kesehatan Deiyai yang baru sudah membawah semua pejabat Dinkes Deiyai termasuk Kepala Bidang dan Seksi untuk konsultasi program ke Dinkes Provinsi Papua,” jelasnya.

“Jadi ini upaya untuk meningkatkan kwalitas pelayanan kesehatan dan menurunkan angka kematian dan memperbaiki semua masalah yang ada di Dinkes Deiyai,” ucap alumni Unair Surabaya ini. (AY)