SERUI (LINTAS PAPUA) – Menjawab Berbagai Tanggapan Masyarakat Terhadap Kinerja Kejaksaan Negeri Kepulauan Yapen Dalam Menangani Berbagai Perkara Tindak Pidana Korupsi di Kabupaten Kepulauan Yapen Dan Kabupaten Waropen, maka pihak Kejaksaan Negeri Serui telah menjebloskan beberapa pelaku tindak pidana koruposi ke penjara.

 

Hal ini disampaikan  Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Yapen Kumaedi, SH., sekaligus menjelaskan, bahwa pihaknya saat ini fokus  menyelesaikan sejumlah perkara korupsi, agar ditindaklanjuti di pengadilan.

 

Sementara dari pemeriksaan tahap dua yang tengah dilakukan Kepala Kejaksaan Serui juga menyampaikan, sejumlah tersangka sudah ditahan di Lembaga Pemasyarakkatan (Lapas) Klas II B Serui untuk diproses lebih lanjut.

“Kami lakukan upaya penahanan dalam proses penuntutan tersangka, sekaligus merupakan jawaban pihak Kejaksaan Serui yang oleh masyarakat meragukan kinerja terkait proses penyidikan, penuntutan serta pemberantasan perkara tindak pidanan korupsi di Kepulauan Yapen,”  ujar  Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Yapen Kumaedi, SH, diruang kerjanya, beberapa pekan lalu, di Jalan Sumatera Kota Serui.

Dijelaskan, menyangkut pemeriksaan tahap dua meliputi pengelolaan Alokasi Dana Desa (add) Kampung Waren I Tahun Anggaran 2016 – 2017 dan  pembayaran tunjangan operasional mantan Bupati Waropen Triwulan I.

“Maka tiga tersangka sudah kami tahan di  Lapas Klas II B Serui sesuai surat perintah penahanan,”

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipisus) Kejaksaan Negeri Serui Joshua Wanma, SH., menuturkan, bahwa pihaknya telah memeriksa tersangka bersama barang bukti,  sehingga ketiga tersangka masing-masing inisial NS, LS dan DH ditahan sampai dengan tanggal 31 maret 2019 oleh jaksa penuntut umum kurang lebih dua puluh hari.

“Mengingat untuk kasus ADD Kampung Waren I kurang lebih kerugian negara mencapai Rp. 600 juta, sementara pembayaran operasional mantan bupati kurang lebih kerugian negara mencapai Rp. 1,4 miliIar,” jelas Joshua Wanma.

Dikatakan, bahwa masih ada tersangka lain yang belum dilakukan pemeriksaan, dalam hal ini ada tersangka dan barang bukti dalam perkara operasional bupati.

“Masih  ada pula tersangka kasus pekerjaan jalan wonti ta 2015 dan pembangunan Jalan Tefaro Tahun Anggaran 2013 yang sampai saat ini  secara prosedural dan SOP akan tetap dilakukan pemanggilan terhadap tersangka untuk dilakukan pemeriksaan  tersangka dan barang bukti,” tandasnya mengakhiri pembicaraan terhadap komitmen dalam memberantas kasus – kasus korupsi di Kepualauan Yapen dan Waropen.  (Seo /HPP)