Mensos Apresiasi Penanganan Tanggap Darurat Banjir Sentani : Khusus Dilakukan Oleh TNI-Polri, SAR dan Relawan

0
394
“Untuk TNI-Polri dan SAR serta semua yang sudah bekerja sangat keras dan penuh perhatian untuk membantu semua korban banjir sudah sangat baik. Oleh sebab itu, saya beri apresiasi dan sampaikan terima kasih,” ucapnya ketika ditemui wartawan di Posko Pengungsian Banjir yang dipusatkan di Stadion Barnabas Youwe, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (27/3/2019) siang. Tampak Mensos dan Yaan Yoku, selaku Kepala Dispora Kabupaten Jayapura. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Menteri Sosial (Mensos) RI, Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi tim SAR Gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Basarnas, BPBD dan seluruh relawan atas penanganan tanggap darurat bencana banjir bandang dan longsor di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Caption Foto : Menteri Sosial (Mensos) RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, ketika berikan santunan pada ahli waris keluarga korban banjir bandang Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (27/3/2019) kemarin pagi. (Irfan / HPP)

 

Mensos Agus menilai bahwa penanganan tanggap darurat banjir bandang di daerah itu yang dilakukan oleh tim SAR Gabungan, baik itu TNI-Polri, SAR, BPBD dan seluruh relawan yang terlibat untuk menangani bencana ini sudah sangat baik.

“Untuk TNI-Polri dan SAR serta semua yang sudah bekerja sangat keras dan penuh perhatian untuk membantu semua korban banjir sudah sangat baik. Oleh sebab itu, saya beri apresiasi dan sampaikan terima kasih,” ucapnya ketika ditemui wartawan di Posko Pengungsian Banjir yang dipusatkan di Stadion Barnabas Youwe, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (27/3/2019) siang

 

Mensos Agus juga mengatakan bahwa pihaknya dari Kementerian Sosial sudah hadir di tengah masyarakat sejak hari pertama musibah tersebut terjadi.

“Sejak hari pertama kita sudah mengirim beberapa personil dan relawan yang disebut dengan nama Tagana yang berjumlah 50 orang itu sudah turun ke sini dan menyerahkan bantuan yang totalnya senilai Rp 4,2 miliar rupiah dalam berbentuk barang,” ungkapnya.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP, secara simbolis menyerahkan bantuan untuk korban banjir bandang kepada Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si., di Posko Induk Banjir Bandang, bertempat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (23/3/2019) siang pekan lalu. (Irfan / HPP)

 

Dirinya menuturkan, bahwa semua bantuan senilai Rp 4,2 miliar tersebut sudah diserahkan kepada Komandan Satgas Penanggunlangan Bencana  Banjir Bandang Sentani, untuk didistribusikan kepada seluruh masyarakat yang membutuhkan.

“Ketika banyak orang sampai disana untuk melihat dari dekat kampung tersebut dan juga memberkan bantuan, salah satu pertanyaan tentang berapa jumlah korban jiwa akibat banjir ini, jawabannya adalah tidak ada,” ujar Kepala Kampung Yongsu Desoyo,  Markus Ormuseray, didampingi Staf BPBD Kabupaten Jayapura, Boni Siriyei. (Foto Istiemewa)

 

Mensos Agus juga menambahkan, jika ada yang masih kurang pihaknya akan sangat siap untuk membantu.

“Misalnya alat-alat kebersihan atau tangki air kami siap membantu, karena itu adalah alat-alat yang diidentifikasi sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) X Jayapura mendistribusikan bantuan bencana alam banjir untuk membantu korban terdampak yang ada di empat kampung, di Distrik Ravenirara, Kabupaten Jayapura, Senin (25/3/2019) kemarin.Bantuan bagi korban bencana alam banjir di empat kampung yang ada di Distrik Ravenirara ini di distribusikan menggunakan KRI Yos Sudarso 353. (Foto Istimewa)

Untuk pengungsi yang sudah pulang ke rumah, masih kata Mensos RI, bahwa para pengungsi ini sangat masih perlu mendapat pendampingan dan perlu ada upaya agar lingkungannya bisa kembali bersih, sehingga bisa kembali tinggal di rumahnya masing-masing seperti sedia kala. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here