Mensos Agus Serahkan Santunan pada Ahli Waris Korban Banjir Bandang Sentani

0
502
Menteri Sosial (Mensos) RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, ketika berikan santunan pada ahli waris keluarga korban banjir bandang Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (27/3/2019) kemarin pagi. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA)  –  Sebelas hari setelah banjir bandang dan longsor melanda sebagian wilayah Kabupaten Jayapura, Menteri Sosial (Mensos) RI, Agus Gumiwang Kartasasmita bertolak ke wilayah terdampak bencana untuk melihat lebih dekat proses penanganan bencana, Rabu (27/3/2019) kemarin pagi.

 

Caption Foto : Menteri Sosial (Mensos) RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, ketika berikan santunan pada ahli waris keluarga korban banjir bandang Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (27/3/2019) kemarin pagi. (Irfan / HPP)

Mensos Agus langsung mendatangi dan menghibur warga yang terdampak banjir bandang yang ditampung di posko-posko pengungsian.

 

 

Selain melihat proses penanganan bencana, dalam kunjungan Mensos Agus menyerahkan santunan dan bantuan logistik berupa santunan kepada ahli waris untuk 71 korban meninggal masing-masing Rp 15 juta dan logistik tanggap darurat tahap kedua.

 

 

Mensos Agus menyerahkan santunan secara kematian secara simbolis kepada tiga orang ahli waris korban meninggal akibat banjir bandang dan tanah longsor di Sentani, Kabupaten Jayapura, yang terjadi pada Sabtu (16/3/2019) lalu.

Caption Foto : Menteri Sosial (Mensos) RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, ketika berikan santunan pada ahli waris keluarga korban banjir bandang Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (27/3/2019) kemarin pagi. (Irfan / HPP)

 

“Saya hadir mewakili pemerintah untuk menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban banjir di wilayah ini,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita kepada wartawan usai penyerahan santunan dan bantuan logistik, di Posko Induk Tanggap Darurat Bencana Alam Kabupaten Jayapura, bertempat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (27/3/2019) kemarin pagi.

 

 

Agus menyampaikan santunan yang diserahkan langsung kepada ahli waris keluarga korban meninggal di Posko Induk Tanggap Darurat Bencana Alam Kabupaten Jayapura dengan didampingi Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro dan Ketua Tim Tanggap Darurat Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, SH, S.IK., MH, M.Si.

 

 

Suasana haru kental terasa saat Mensos Agus menyerahkan santunan. Para ahli waris tampak tak kuasa menahan air mata. Agus mencoba menenangkan dan memberi penguatan. Ia lantas menyalami dan merangkul keluarga korban satu per satu serta mengusap kepalanya anak-anak dari para ahli waris tersebut.

 

 

Mensos menyebutkan, jumlah santunan yang diberikan kepada keluarga senilai 15 juta rupiah perkepala. Nilai tersebut diberikan berdasarkan standar santunan nasional yang berlaku secara merata di setiap daerah di Indonesia yang mengalami bencana alam banjir bandang.

Menteri Sosial (Mensos) RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, ketika berikan santunan pada ahli waris keluarga korban banjir bandang Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (27/3/2019) kemarin pagi. (Irfan / HPP)

 

“Jika dalam sebuah keluarga ada dua jiwa yang meninggal, maka santunan yang diberikan kepada ahli waris sebesar 30 juta rupiah. Artinya, santunan diberikan tidak berdasarkan keluarga namun perkepala,” sebutnya.

 

 

Selain santunan, kata Mensos Agus, pihaknya juga memberikan bantuan logistik berupa bahan makanan dan perlengkapan rumah tangga bagi para korban terdampar banjir.

 

 

Dengan demikian, Kemensos RI telah menyalurkan sejumlah bantuan yang benar-benar dibutuhkan oleh korban banjir bandang Sentani.

 

 

Menurutnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial RI sangat konsen memperhatikan bencana banjir bandang Sentani. Hal ini terbukti, sejak dari hari pertama terjadinya bencana hingga saat ini, pihaknya selalu hadir lewat Taruna Siaga Bencana (Tagana).

 

 

“Sesuai dengan validasi data yang kami miliki bahwa ada 71 jiwa yang telah meninggal dunia. Namun data lapangan membuktikan ada lebih dari 71 jiwa yang meninggal. Berapapun jumlah yang meninggal, pemerintah melalui Kemensos tetap akan membiayai santunan perkepala itu sebesar 15 juta rupiah,” cetusnya.

 

 

Dijelaskan, kedepan pihaknya tetap akan memberikan santunan bagi keluarga korban yang terpenting adalah data yang diberikan harus akurat dan valid. Dengan demikian, santunan yang diberikan tersebut tepat sasaran dan membantu meringankan beban keluarga.

“Semoga bantuan logistik dan santunan yang kami berikan dapat diterima oleh para pihak. Jangan melihat besarnya bantuan, tetapi inilah bentuk kepedulian dan perhatian dari pemerintah kepada keluarga korban,” tandasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here