Dinkes Papua dan Unicef Ajak Media Terlibat Sub – PIN Dua Putaran

0
214
Suasana Kegiatan Dinas kesehatan(DINKES) Provinsi Papua bersama LSM Kesehatan GAPAI, Unicef, WHO, mengundang 10 wartawan media cetak, electronic juga radio, untuk mengikuti journalist class kenali Polio lebih dekat demi keluarga Indonesia yang sehat. (Fransisca /lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Dinas kesehatan(DINKES) Provinsi Papua bersama LSM Kesehatan GAPAI, Unicef, WHO, mengundang 10 wartawan media cetak, electronic juga radio, untuk mengikuti journalist class kenali Polio lebih dekat demi keluarga Indonesia yang sehat.

Kegiatan yang bertujuan menurunkan kesakitan, kecacatan dan kematian akibat penyakit Yang dapat di cerah dengan Imunisasi (PD3I) diantaranya Polio. Selaku Narasumber dari Dinas kesehatan Provinsi Papua, KOMDA/IDAI Provinsi Papua, serta dari RRI Jayapura., berlangsung di  Ruang pertemuan dinas kesehatan Provinsi Papua di Jayapura, Rabu (27/3/2019).

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr.Silwanus Sumule, Sp.OG, mengatakan banyak hal yang harus dilakukan untuk mensukseskan tindakan pencegahan Program Sub-PIN Polio 2 putaran bersama Media di Papua.

“Dinas Kesehatan mengharapkan Program Sub-PIN Polio 2 putaran mencapai 95 hingga 100 %, merata di seluruh Papua, ada banyak informasi yang harus di sampaikan secara benar dan bekerjasama dengan banyak pihak. Secara khusus mengajak media mendukung pelaksanaan Sub-PIN Polio, menyampaikan informasi yang mendorong Partisipasi masyarakat, akhirnya rencana tindak lanjut terkait peli put an dan pemberitaan pelaksanaan Sub-PIN Polio 2 putar ah di seluruh Kabupaten Provinsi Papua.” Katanya.

Kasi promkes dinas kesehatan Provinsi Papua, Sem Koiwai, menceritakan proses masih di temukan kasus Polio di Yahukimo 2018 lalu hingga saat ini Polio menjadi perhatian khusus Dinas Kesehatan Provinsi Papua.

“November 2018 ditemukan kasus Polio di Yahukimo, di bicarakan dalam rapat dinas kesehatan Provinsi Papua, berlanjut ke jenjang staf Presiden, menghasilkan SK KLB Yahukimo, pada awal Maret 2018 digelar pecanangan Sub Polio oleh para Bupati dan seluruh Stakeholder untuk mensukseskan Imunisasi masal ini, kebutuhan saat ini 119.000 vaksin, sudah dilaksanakan 345.853 Cakupan Imunisasi, atau di bulan Maret ini mencapai pusdatin 35,40%, sedangkan daerah 36,01%, Program bisa terlaksana dengan bantuan banyak pihak termasuk WHO, Unicef dan Freeport,” tuturnya.

Ketua ikatan dokter anak Indonesia (IDAI) Provinsi Papua, Ketua Dr. Renny Hariati, Sp.A. fokus mengenai mengenal Polio dan pencegahannya.

“Indonesia adalah negara ke sepuluh yang masih ada kasus Polio, deteksi terhadap Polio dapat di ketahui melalui hasil Laboratrium, dengan mengambil sample tinja pasien, darah pasien, untuk mendeteksi penyakit Polio. Tindakan pencegahan berupa Vaksin tetes oral/mulut, adalah Polio Vaccine (OPV), yaitu sistem Kekebalan pada usus, kemudian ada Vaksin IPV atau inactivated polio vaccine adalah vaksin polio yang diberikan secara suntikan untuk mematikan Virus dalam darah.”Jelasnya.

Kabid Pemberitaan LPP RRI Jayapura, Taufan Pamungkas menyampaikan, bahwa  Peran Media dalam mensosialisasikan mendorong partisipasi masyarakat dan mengawal pelaksanaan Sub-PIN Polio

“Pentingnya penulis mengambil sudut pandang, membuat penulisan menjadi penting menimbulkan dampak positif, misalnya success story, Bagaimana peran media masyarakat agar anak mau di imunisasi. Dan yang terakhir slot apa saja Yang bisa di gunakan oleh instansi kesehatan dari Media,” pungkasnya.(Fransisca/lintaspapua.com)