<
Lintaspapua.com

Bupati Mathius Awoitauw Hadiri Raker 10 Gubernur Anggota FKD-MPU

LINTAS PAPUA - Kamis, 28 Maret 2019 - 03:02 WITA
Bupati Mathius Awoitauw Hadiri Raker 10 Gubernur Anggota FKD-MPU
 ()
Penulis
|
Editor

*Yang Membahas Tentang Sinergitas dan Kerjasama Pembangunan Antar Daerah yang Berbasis Bencana Alam

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si., diundang untuk menghadiri kegiatan rapat kerja (Raker) Gubernur Anggota Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD-MPU) XIX, di Bandung, Jawa Barat.

Rapat kerja ini dibuka oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo serta dihadiri kepala daerah anggota FKD-MPU maupun perwakilannya. Raker Gubernur Anggota FKD-MPU dari 10 provinsi ini berlangsung mulai tanggal 26 sampai 28 Maret 2019.


“Ya, tadi (Selasa, 26/3/2019) malam saya menghadiri undangan dari rapat kerja (Raker) para gubernur 10 provinsi di Bandung. Dimana, mereka membahas tentang sinergitas dan kerjasama pembangunan antar daerah yang berbasis bencana alam” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (27/3/2019) kemarin malam di Posko Induk Tanggap Darurat Bencana Alam, Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, usai dirinya tiba dari Bandung, Jawa Barat.

“Jadi, di seluruh daerah ini sekarang pembangunan termasuk tata ruangnya maupun perencanaannya antar daerah itu semua menuju kepada berbasis bencana alam (mitigasi). Dikarenakan bangsa kita ini dilalui atau berada di jalur yang rentan terhadap bencana alam, sehingga semua (pembangunan antar daerah) sudah menuju kesana. Kebetulan di Kabupaten Jayapura, kita mengalami hal yang sama maka mereka mengundang saya untuk menghadiri Raker tersebut,” sambung Mathius.

Hadir pada Rapat Kerja (Raker) para Gubernur dari 10 provinsi yang merupakan anggota FKD-MPU, pada Selasa (26/3) malam lalu itu Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tjahjo Kumolo.


“Dalam rapat kerja ini Mendagri hadir dan sekaligus membukanya, kemudian gubernur DKI dan ada 9 gubernur lainnya juga ikut hadir. 10 gubernur yang tergabung dalam anggota FKD-MPU itu terdiri dari Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bandar Lampung, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Daerah Isitimewa Yogyakarta dan Bali,” sebutnya.

Menurutnya, kegiatan ini sangat penting, karena memang kedepan dengan adanya kejadian ini, maka semua tata ruang atau desain pembangunan itu harus berbasis perhitungan-perhitungan terhadap resiko bencana alam tersebut.

“Sudah tidak bisa lagi, karena semua sudah menuju kesitu. Secara rasional dan ada cara-cara bagaimana itu bisa kita membangun kerjasama. Kita juga sempat berdiskusi dengan pemerintah provinsi Jawa Barat, bahwa apa yang mereka sudah merancangkan itu mungkin bisa kita diskusikan lagi secara khusus disini,” tuturnya.

“Nanti ada tim mereka yang datang kesini untuk kita bisa berbagi ilmu, karena di Jawa Barat kan didukung dengan tenaga-tenaga ITB yang memang punya keahlian untuk bisa mengkaji dan juga bisa merumuskan dengan contoh-contoh di negara lain seperti di Jepang,” tambah Mathius Awoitauw. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
123