<
Lintaspapua.com

Gunakan Dana Bantuan Peduli Banjir Secara Transparan : Pemkab Jayapura Libatkan BPKP Papua Dampingi Tim Tanggap Darurat

LINTAS PAPUA - Rabu, 27 Maret 2019 - 10:47 WITA
Gunakan Dana Bantuan Peduli Banjir Secara Transparan : Pemkab Jayapura Libatkan BPKP Papua Dampingi Tim Tanggap Darurat
Suasana Bencana Pasca Banjir Bandang di Kota Sentani Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. pada tanggal 16 Maret 2019 malam. (Foto diambil dari Facebook Michael Lombat,) ()
Penulis
|
Editor

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Kabupaten Jayapura mekibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bersama Inspektorat Kabupaten Jayapura, untuk terus mendampingi tim tanggap darurat yang mengelola bantuan bagi korban banjir dalam bentuk tunai bagi proses tanggap darurat.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mengatakan bahwa pihaknya selalu transparan dalam penggunaan dana bantuan peduli banjir Kabupaten Jayapura.

“Jadi, kita selalu transparan dalam penggunaan dana bantuan dengan melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Papua untuk mendampingi tim tanggap darurat yang mengelola dana bantuan ini bersama Inspektorat Kabupaten Jayapura,” aku Bupati Mathius ketika dicerca terkait penggunaan dana bantuan bencana banjir Bandang Sentani, Senin (25/3/2019) siang lalu.

Dikatakannya, BPKP Provinsi Papua sudah bekerja mendampingi tim tanggap darurat yang ada di Posko Induk Penangananan Banjir Bandang ini sejak empat hari lalu. Dimana lanjut Mathius, tim tanggap darurat yang bekerja ini terdiri dari semua pihak yakni BPBD, Basarnas, TNI-Polri, kemudian juga ada dari pemerintah daerah.

“Dengan demikian, kita harapkan pengelolaan (dana bantuan) ini benar-benar secara transparan atau terbuka,” serunya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Mathius menyatakan, dirinya bertugas hanya menjaga bahwa semua ini harus berjalan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

“Makanya selain yang saya sebutkan diatas, kita libatkan juga teman-teman dari BNPB juga kita minta untuk mendampingi tim. Supaya proses ini berjalan sesuai dengan standar-standar yang sudah biasa dilakukan di berbagai tempat,” jelas Mathius diakhir wawancaranya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
123