Enam Gardu PLN di Sentani Masih Rusak :  Terendam Air Saat  Banjir Bandang

0
119
Tampak Rumah Warga di Kampung Kensio, yang masih terendam luapa air Danau Sentani. Akibat Banjir Bandang membuat meluapnya air danau. (Foto Irma Sokoy)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Papua memastikan sebanyak enam gardu di Sentani Kabupaten Jayapura, masih rusak akibat terendam air, pasca banjir bandang beberapa waktu lalu.

Tak sampai disitu, PLN Jayapura masih melakukan perbaikan tiga tower SUTT 70 kV Orya dan sejumlah jaringan yang rusak dan putus di sejumlah titik.

“Kendati begitu PLN sudah berhasil memulihkan gardu hingga mencapai 99% dan 100% penyulang telah pulih,” terang Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka, dalam rilis yang diterima harian ini, kemarin.

Kendati demikian, Suprateka mengakui hujan yang terjadi kurang lebih sepekan lalu, menjadi kendala tersendiri bagi pihak PLN yang terus melakukan proses pemulihan pasokan listrik bagi warga.

Curah hujan yang masih tinggi bahkan mengakibatkan banjir susulan dan tanah longsor yang akhirnya berdampak pada terganggunya sejumlah jaringan listrik.

“Namun saat ini PLN fokus menyelesaikan perbaikan jaringan yang rusak/putus di titik-titik yang sudah dapat diakses sembari menunggu air surut. Selain itu, perbaikan 3 tower SUTT 70 kv di Orya juga terus dikebut”.

“Memang ada gangguan pekerjaan yang menyebabkan beberapa lokasi di Sentani mengalami pemadaman, antara lain : Jl. Sosial, jl. Kemiri, Kampung Sosiri, Doyo Baru, sebagian BTN Gajahmada, Komplek Bintang Timur, Yabaso Pantai, Kampung Yakonde, Kampung Telafa Maya, Jl. Lintas Utara. Namun kita berus berupaya supaya masalah ini bisa teratasai,” katanya.

Saat ini, PLN terus berupaya menormalkan seluruh pasokan listrik masyarakat di lokasi terdampak dengan cepat, tepat dan mengedepankan faktor keamanan. Bila cuaca cerah, diharapkan dalam minggu ini pekerjaan dapat rampung dan masyarakat dapat menikmati listrik seperti sebelumnya. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)