Bupati Jayapura Letakkan Batu Pertama Pembangunan Kantor Kampung Persiapan Yansu Timur

0
503
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E. M.Si saat meletakan batu pertama pembangunan Kantor Kampung Persiapan Yansu Timur, Distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura, Senin (25/3/2019) siang. (Irfan / HPP)

Mathius Awoitauw: Pemekaran Bukan Soal Uang. Akan Teapi, Soal Antusias Masyarakat yang Ingin Membangun Wilayahnya.

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si., melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kantor Kampung Persiapan Yansu Timur, yang berada di Distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura, Senin (25/3) siang lalu.

Usai meletakkan batu pertama, Bupati Mathius dalam sambutannya mengatakan pemekeran distrik maupun kampung yang gencar dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura di empat wilayah pembangunan (WP) itu bukan soal uang. Akan tetapi, soal antusias masyarakat yang ingin membangun distrik maupun kampungnya.

Antusias membangun tersebut, menurut Mathius, telah dibuktikan pada hari ini oleh semua masyarakat di Kampung Yansu Timur dengan  menyelenggarakan acara sendiri untuk peletakan batu pertama dan mengibahkan tanahnya untuk dibangun kantor kampung persiapan.

“Nah, kami (pemerintah) datang hanya untuk menghadiri dan melakukan peletakan itu. Untuk itu, partsisipasi serta semangat ini penting kita jaga agar kampung ini kedepan menjadi contoh juga penyemangat masyarakat lainnya untuk membangun kampungnya sendiri,” tuturnya.

Mathius juga mengatakan, dalam waktu dekat ini juga ada sekitar 50 kampung persiapan yang saat ini sedang didorong di DPRD Kabupaten Jayapura untuk menjadi kampung defenitif yang kemungkinan dalam waktu dekat sudah ditetepkan.

“Dengan demikian pembangun pemerataan yang digalang oleh pemerintah saat ini sudah terbukti. Sebab tempat-tempat yang jauh dari jangkauan kampung hidup sudah berkembang sehingga memutuskan mata rantai yang selama ini menjadi kendala bagi Pemerintah Kabupaten Jayapura,” jelasnya.

Mathius menuturkan, wilayah Kabupaten Jayapura masih sangat luas dan juga dikelilingi hutan belantara. Untuk itu, antusias serta semangat membangun masyarakat harus didukung pihaknya selaku pemerintah daerah.

Ia juga menjelaskan bahwa hal ini juga merupakan program pemerintah pusat yakni membangun dari kampung.

“Jadi, ini adalah bagian dari pemberdayaan kampung yang kita canangkan dan pemerintah pusat juga sangat serius untuk bagaimana membangun Indonesia ini mulai dari kampung, pinggiran atau daerah terluar, dan ini salahsatunya yang terus kita seriusi,” akunya.

“Dengan begitu, kita tinggal memfasilitasi, melakukan pembinaan dan pendampingan juga mengalokasikan dana. Karena saat ini kita sudah mulai melimpahkan kewenangan pemerintahan ke setiap kampung-kampung  untuk pemberdayaan, pekerjaan pembangunan dan tugas pemerintahan lainnya. Supaya proses pembangunan ini bisa berjalan merata sampai ke tempat terpencil,” tutup Mathius Awoitauw. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here