<
Lintaspapua.com

Total Dana Bencana Rp. 12,7 Miliar : Tanggap Darurat, Pemkab Jayapura Siapkan Dana Rp 6,1 Miliar

LINTAS PAPUA - Selasa, 26 Maret 2019 - 12:22 WITA
Total Dana Bencana Rp. 12,7 Miliar : Tanggap Darurat, Pemkab Jayapura Siapkan Dana Rp 6,1 Miliar
Bupati Mathius Awoitauw mengatakan Pemkab Jayapura menyiapkan sekitar 6,1 miliar rupiah dan bantuan dana yang masuk ke rekening khusus banjir bandang di BRI Cabang Sentani itu kurang lebih sekitar 6,6 rupiah. Jadi, kalau di totalkan itu bisa sekitar 12,7 miliar rupiah. (Irfan /HPP) ()
Penulis
|
Editor

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura menyiapkan anggaran sebesar Rp 6,1 miliar untuk tanggap bencana dampak banjir yang melanda wilayah Sentani, Kabupaten Jayapura.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si., usai meninjau lokasi banjir bandang di Kemtuk Gresi dan Nimbokrang, Selasa (25/3/2019) kemarin sore mengatakan, bantuan uang yang masuk ke rekening khusus yang menampung dana-dana bantuan dari berbagai pihak baik pemerintah pusat, pemerintah daerah Kabupaten/Kota dan swasta maupun orang per orang yang peduli dengan banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (16/3/2019) lalu yang sudah terhimpun hingga Minggu (24/3/2019) lalu itu sudah sekitar Rp. 6.665.175.000 dan dari Pemda Kabupaten Jayapura itu kurang lebih sebesar Rp 6,1 miliar.

“Uang (dana) dari Pemkab Jayapura sudah menyiapkan sekitar 6,1 miliar rupiah juga. Sedangkan bantuan uang yang masuk ke rekening khusus bencana banjir di BRI Cabang Sentani, sampai dengan kemarin (Minggu, 24/3) itu uang yang sudah terhimpun kurang lebih sekitar 6,6 miliar rupia,” jelasnya kepada wartawan saat ditemui di Posko Induk Tanggap Darurat, Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (25/3/2019) kemarin sore, usai meninjau lokasi banjir yang terjadi di dua distrik yakni, Kemtuk Gresi dan Nimbokrang.

 

“Jadi, kalau di total kan itu bisa sekitar 12,7 miliar rupiah. Dan, ini khusus untuk penanganan di tanggap darurat yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah selama 14 hari. Memang saya belum dapat pengeluarannya secara jelas, tapi teman-teman (awak media) sebentar bisa kita akan kasih informasi sampai sekarang pengeluarannya atau penggunaannya seperti apa,” sambung Mathius Awoitauw.

Karena itu, lanjut Mathius, dirinya sudah menginformasikan kepada seluruh (tim) yang mengelola dana bantuan ini, bahwa setiap saat dana ini harus di update ke media massa. “Supaya semua orang yang memberi itu bisa mengetahuinya, bahwa uang (dana) yang mereka kasih juga sudah diterima. Kalau ada pihak-pihak yang sudah kasih, tetapi belum muncul disini itu bisa konfirmasi balik ke tim tanggap darurat,” ujarnya.

Menurut Bupati Mathius, konfirmasi balik soal dana-dana bantuan dari berbagai pihak ini sangat penting.

“Ini bagi saya penting. Mungkin saja dia titip atau mungkin yang kerjakan ini ada yang terlewatkan, maka konfirmasi-konfirmasi balik seperti ini sangat penting. Kemudian penggunaan dari dana bantuan peduli banjir ini, saya sudah meminta kepada BPKP Pusat agar bisa memerintahkan BPKP Provinsi Papua untuk mendampingi tim tanggap darurat yang mengelola dana bantuan ini bersama Inspektorat Kabupaten Jayapura,” tuturnya.
Dikatakannya, BPKP Provinsi Papua sudah bekerja mendampingi tim tanggap darurat yang ada di Posko Induk Penangananan Banjir Bandang ini sejak tiga hari lalu.

“Jadi, mereka sudah bekerja tiga hari lalu untuk mendampingi tim yang mengelola dana-dana bantuan banjir bandang ini. Kita berharap pengelolaan (dana bantuan) ini benar-benar secara transparan atau terbuka. Apalagi tim tanggap darurat yang bekerja ini terdiri dari semua pihak, diantaranya ada BNPB (BPBD), Basarnas, ada TNI-Polri, kemudian ada dari pemerintah daerah, yang semua ada di dalam tim tersebut,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Mathius menyatakan, dirinya bertugas hanya menjaga bahwa semua ini harus berjalan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

“Teman-teman dari BNPB, juga kita minta untuk mendampingi tim. Supaya proses ini berjalan sesuai dengan standar-standar yang sudah biasa dilakukan di berbagai tempat,” tukasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
123