<
Lintaspapua.com

Pekan Peralimpik Jadi Ajang Pelapis Skuat di Level Asia

LINTAS PAPUA - Selasa, 26 Maret 2019 - 12:55 WITA
Pekan Peralimpik Jadi Ajang Pelapis Skuat di Level Asia
Pekan Peralimpik Pelajar ke IX tahun 2019 yang direncanakan akan digelar tanggal 6-13 November di Papua, menjadi ajang pelapis skuat ditingkat Asia. Tampak saat jumpa pers. (Ardiles / lintaspapua.com) ()
Penulis
|
Editor

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Pekan Peralimpik Pelajar ke IX tahun 2019 yang direncanakan akan digelar tanggal 6-13 November di Papua, menjadi ajang pelapis skuat ditingkat Asia.

“Ajang ini juga merupakan lapisan skuat untuk kedepannya dapat menunjukan presrasinya ditingakat asia.Pada level Asia kita ada di peringkat kelima tentunya perlu lapis-lapis squat malalui even peramlipik ini,” kata Bayu Rahadian, Asisten Deputi pengembangan olahraga tradisional dan layanan khusus Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada sejumlah wartawan, di Jayapura, beberapa waktu lalu.

Bayu yang juga penanggung jawab kegiatan Pekan Paralimpik Pelajar yang ke IX tahun 2019 mengharapkan semua Provinsi yang diundang dapat mengirim perwakilannya guna ikut dalam even yang diselenggarakan di Papua dan melombakan sekitar 6 Cabang Olahraga (Cabor).

“Diharapkan setiap Provinsi akan mengirimkan perwakilan sebanyak 28 atlit guna mengikuti perlombaan cabor yang ditandingkan yakni Atletik, renang, bulutangkis, tenis meja, catur dan juga Bocia,” katanya.

Sama seperti event olahraga lain yang diikuti teman-teman non stabilitas sambung Bahyu, hal ini tidak lain ialah untuk memberikan ruang bagi teman-teman distabilitas khususnya pelajar untuk meningkatakan kepercayaan diri juga menunjukan kemampuan keolahragawan melalui pekan olahraga paralimpik.

“Selaian memberikan ruang pada pada teman-teman disbilitas tetapi juga meningkatkan kepercayaan dirinya serta menunjukan kemampuan keolahragawannya melului pekan olahraga paralimpik pelajar,” ujarnya.

Sementara itu ketua National Peralympic Comitte (NPC) Papua, H. Jaya Kusuma, mengatakan untuk lokasi pertandingan dilakukan di Kabupaten Jayapura, dan Kota Jayapua sebagai home basenya.

“Saya dari NPC hanya berusaha semaksimal mungkin menyiapkan atlit di enam cabor itu dengan harapan bisa mempertahankan prestasi kita yang sebelumya urutan ke-5 di Solo 2017 silam” katanya.

Ia sangat berharap, untuk dalam perparpenas kali ini dapat atlit tuan rumah dapat memperbaiki peringkat menjadi lebih baik.

“Mudah-mudahan NPC Papua, dengan pekan peramlimpik pelajar nasional yang ke-9 Papua bisa memperbaiki peringkat di 4 atau ke-3,” harapnya.

Ditambahkan, pada intinya NPC Papua betul-betul mempersiapkan atlitnya untuk memperbaiki peringkat.

“Syukur-syukur kalau nanti juara umum,” katanya singkat.

Untuk atlit, sambung Kusuma yang diturunkan dalam lomba renang sebanyak delapan atlit, atletik tujuh atlit, bocia dua, tenis meja satu, bulutangkis satu, dan lomba catur satu atlit juga.

“Jadi kita kejar yang medali nya banyak seperti di cabor renang dan atletik,” ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) olahraga distabilitas Ismun Dwi turut mensuport tuan rumah Papua untuk mensukseskan perparpenas ini.

“kita suport abis, ya hanya memang dari Dispora mengeluh untuk peralatan akan tetapi bukan bearti peralimpik ini batal, nantinya kita akan berkoordinasi dengan NPC pusat di Solo.” Katanya.

“Saya melihat Papua sebagai tuan rumah pergelaran even ini sudah siap 100 persen untuk suksesnya penyelenggaraan baik Popnas apalagi perparpenas,” katanya menambahkan.  (Ardiles/lintaspapua.com)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
123