<
Lintaspapua.com

Peduli Korban Luapan Air Danau Sentani, PACE Berbagi Kasih di  Ayapo dan Yoka

LINTAS PAPUA - Selasa, 26 Maret 2019 - 07:45 WITA
Peduli Korban Luapan Air Danau Sentani, PACE Berbagi Kasih di  Ayapo dan Yoka
Ketua Port Numbay Crisis Center (PACE), Yacobus Edward Hababuk, SH, MM, MH., saat menyerahkan bantuan kepada warga Kampung Ayapo yang terkena musibah yang diterima langsung oleh Bapa Piter Pulanda, selaku koordinator untuk Posko Gereja GKI Elim Kampung Ayapo. di depan gereja disaksikan sejumlah pengurus PACE. (Foto Humas PACE) ()
Penulis
|
Editor

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Bencana meluapnya air Danau Sentani membuat beberapa warga tidak dapat beraktivitas normal dan terganggu, sehingga mendorong Ketua Port Numbay Crisis Center (PACE),  Yacobus Edward Hababuk, SH, MM, MH., bersama sejumlah pengurus langsung melakukan aksi kemanusiaan “Tali Kasih” membantu warga yang terkena musibah di Kampung Ayapo dan Kampung Yoka, Senin, 25 Maret 2019.

 

Dari pantuan sejumlah pengurus PACE memulai dari Abepura hingga menuju Khalkote dan lanjutkan perjalanan menggunakan satu speedboat ke Kampung Ayapo.

Caption Foto : Ketua Port Numbay Crisis Center (PACE), Yacobus Edward Hababuk, saat menyerahkan bantuan kepada Warga Kampung Yoka, yang diterima langsung ibu Ketua Majelis GKI Ebenhaezer Yoka, Pdt. Diolina Ohoiwirin S.Si, di depan gereja tersebut. (Foto Humas PACE)

Sesampainya di Kampung Ayapo, langsung disambut warga dan sejumlah barang yang telah dibagikan langsung diberikan kepada warga di dalam Gereja GKI  Elim Kampung Ayapo.

“Kami berterimakasih kepada PACE yang sudah memberikan bantuan kepada kami masyarakat yang terkena bencana dan kami tidak bisa membalas, biarlah Tuhan yang membalas kebaikan bapa ibu saudara – saudara semua,” ujar Speed Piter Pulanda, selaku Pimpinan Posko di Gereja Elim, saat menerima bantuan tersebut, di Kampung Ayapo, Senin (25/3/2019).

 

Piter Pulanda menjelaskan, untuk warga yang terjena musibah sebanyak 175 kepala keluarga (KK) per jemaat untuk warga GKI Elim yang mengungsi dan ada sebanyak enam titik, diantaranya ada Balai, ada Gereja Pantekosta dan Gereja Bethel Pantekosta dan ada juga yang dirumah – rumah.

Caption Foto : Sejumlah Pengurus PACE antusias bersama – sama memberikan sumbangan sebagai Tali Kasih sesama saudara. (Foto Humas PACE)

“Warga juga ada yang mengungsi ke saudara – saudara nya di Kota Jayapura dan di Harapan serta di Padang Bulan serta di Kampung Yoka dna sekitarnya,” jelas Bapa Piter Pulanda.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah pengurus PACE langsung mengantar makanan yang siap saji ke dalam gereja dan terlihat mama – mama serta anak – anak dalam gereja GKI Elim yang menyambut dengan penuh sukacita dan terlihat komunikasi terjalin antara warga dengan sejumlah pengurus yang datang untuk melayani masyarakat dengan bantuan.

Ketika ditanyakan soal penerangan, Piter Pulanda menjelaskan, bahwa pihaknya bersama warga yang mengungsi masih menggunakan genset dan ada juga yang pakai pelita.

“Namun lampung besar masih normal menyala di kampung, sementara untuk dampak penyakit bagi warga belum ada, karena semua masih berjalan normal, hanya warga mengungsi karena luapan air danau, karena juga adanya bantuan dari tim medis,” jelasnya.

Caption Foto : Sejumlah Aktivitas Tali Kasih dari PACE saat berbagi bantuan kepada warga yang membutuhkan di Kampung Ayapo dan Kampung Yoka serta nampak jelas sejumlah rumah warga dan lokasi wisata Khalkote di Harapan masih terendam akibat luapan air Danau Sentani, Senin, 25 Maret 2019. (Dokumentasi Humas PACE)

Ketua Port Numbay Crisis Center (PACE),  Yacobus Edward Hababuk, SH, MM, MH., mengatakan, sangat senang bisa berbagi apa yang dapat dilakukan untuk membantu saudara – saudara kita di Kampung Ayapo, sehingga musibah ini menjadi keprihatinan kita bersama untuk berbagi apa yang ada pada PACE untuk bisa disumbangkan.

“Semoga menjadi berguna dan diatur secara baik kepada yang membutuhkan dan tentunya kita serahkan semua kepada Tuhan, sehingga semua ini bisa kembali normal,” tuturnya, yang dibenarkan Piterson Awinero, pengurus PACE lainnya.

 

Edward Hababuk menjelaskan, selain Kampung Ayapo, juga pihaknya memberikan bantuan ke Kampung Yoka.

“Kami hanya membawa makanan yang siap saji serta bantuan pakaian layak pakai dan lainnya, sekiranya berguna untuk membantu warga,” tutur pria asal Kampung Tobati ini.

 

Perjalanan ke Kampung Yoka

Usai berbagi kasih di Kampung Ayapo, selanjutnya PACE menuju Kampung Yoka setelah kembali ke Khalkote menggunakan speedboat dan dapat digambarkan umumnya warga menggunakan jalan raya sebagai berlabuhnya perahu – perahu motor, karena naiknya air danau sejak bencana tanggal 16 Maret 2019 hingga kini belum juga Nampak air untuk surut atau turun.

Perjalanan ke Kampung Yoka, langsung di sambut oleh ibu Ketua Majelis GKI Ebenhaezer Yoka, Pdt. Diolina Ohoiwirin S.Si.  bersama Ondoafi Hebaeibulu Yoka, Ismael Mebri.

Kedatangan PACE langsung disambut di dalam gereja dan ibu Pdt. Diolina Ohoiwirin S.Si., menyampaikan banyak terimakasih kepada PACE yang ikut berbagi kasih meringankan beban warga yang terkena musibah meluapnya air Danau Sentani.

“Terimakasih banyak kepada PACE yang sudah merasakan dan membantu, Tuhan yang punya semuanya akan mmbalas budi baik dan memberkati selalu dalam setiap pekerjaan,” ucap Ibu Pendeta Diolina, di dalam gereja.

Selanjutnya Ibu Pendeta membawa dalam suasana doa dan bantuan diserahkan serta dilakukan foto bersama dan pemberian bantuan berjalan baik, terlihat warga jemaat yang terjena musibah juga berada di ruangan – ruangan yang ada disamping gereja.

Dari keterangan Ondoafi Hebaeibulu Yoka, Ismael Mebri menjelaskan, bahwa ada sekitar 600 jiwa lebih yang terkena musibah dan semua tersebar di beberapa titik di Kampung Yoka.

“Ada sekitar 600  jiwa lebih yang mengungsi akibat meluapnya air danau, ada yang di dekat APDN, ada yang dirumah – rumah warga, juga ada yang di gereja, juag ada yang datang dari kampung – kampung sekitarnya misalnya dari Ayapo,” jelasnya.

Cption Foto : Bencana meluapnya air Danau Sentani membuat beberapa warga tidak dapat beraktivitas normal dan terganggu, sehingga mendorong Ketua Port Numbay Crisis Center (PACE),  Yacobus Edward Hababuk, SH, MM, MH., bersama sejumlah pengurus langsung melakukan aksi kemanusiaan “Tali Kasih” membantu warga yang terkena musibah di Kampung Ayapo dan Kampung Yoka, Senin, 25 Maret 2019. Tampak saat foto bersama di Khalkote. (Foto Humas PACE)

Pihaknya mengakui Dinas Sosial telah bangun dapur umum selama tiga hari dan semua warag umumnya bisa terbantu dengan bantuan yang diberikan. “Terimakasih kepada PACE yang sudah membantu warga di Kampung Yoka,” ujar Ondoafi Ismail Mebri, menutup pembicaraan dengan sejumlah pengurus PACE, sebelum kembali ke Kota Jayapura.

Dari pantauan lapangan, warga masyarakat dengan berbagai latar belakang organisasi begitu antusias membantu warga – warga pinggiran Danau Sentani yang terkena musibah dan terlihat sejumlah posko banyak bantuan yang diberikan, sehingga dapat meringankan beban dari warga yang membutuhkan. (Eveerth Joumilena / lintaspapua.com )

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
123