BIAK (LINTAS PAPUA) – Katup jantung berfungsi menjaga aliran darah yang berasal dari jantung. Jika terdapat salah satu atau beberapa dari katup yang mengalami kelainan, maka seluruh proses aliran darah termasuk oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh akan terganggu. Hal inilah yang menyebabkan penyakit pada katup jantung.

Adalah Fiktor Jikwa (23), pemuda asal Wamena ini sekilas terlihat sehat seperti orang lain pada umumnya. Tapi siapa yang menyangka, semenjak ia di diagnosa mengalami penyakit katup jantung, ia diharuskan mengkonsumsi obat seumur hidup untuk terus bertahan agar penyakitnya tidak kambuh.

Ia menuturkan, gejala penyakit tersebut dirasakan pertama kali saat ia duduk di bangku SMA. Ia merasakan sesak, badannya lemas dan perutnya membesar. Ia kemudian dirawat di Rumah Sakit Wamena kemudian dirujuk ke RSUD Dok II di Jayapura.

Disana ia mendapatkan perawatan dan ekokardiografi dan ditemukan kelainan pada katup jantung. Ia pun dirujuk ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita di Jakarta dengan menggunakan kartu JKN-KIS tanggungan orang tuanya yang merupakan anggota Kepolisian.

“Saya dioperasi dan dilakukan pemasangan ringjantung pada bulan Agustus 2015, ring yang ada dalam tubuh saya sekarang ini adalah logam. Ini dapat bertahan kalau saya bisa menjaga pola makan dan minum obat setiap hari, kalau tidak minum obat nanti darahnya kental jadi bisa tersumbat lagi,” ucap Fiktor saat ditemui tim Jamkesnews di Rumah Sakit Wamena, Selasa (26/03/2019).

Ia juga sempat kaget saat mencari tahu untuk biaya pembedahan dan pemasangan ring yang bisa mencapai ratusan juta apabila harus menjadi pasien swasta.

“Terima kasih kepada BPJS Kesehatan, terima kasih kepada jutaan orang diluar sana yang sudah membantu operasi katup jantung saya, yang mungkin bagi saya pribadi dan keluarga tidak akan mampu menanggung biayanya sendiri. Program ini telah banyak memperhatikan kami masyarakat Papua termasuk saya sendiri. Saya berharap orang-orang diluar sana juga dapat merasakan manfaat Program JKN-KIS ini bila sakit.” Ungkap Fiktor

Fiktor juga bersyukur walaupun ia harus minum obat antibiotik setiap hari, selama ia bisa menjaga tubuhnya dengan pola makan sehat, ia akan tetap mempunyai harapan untuk hidup seperti yang lain. (Vio / lintaspapua.com)