Bantuan Dana Bencana Banjir Rp,. 6,6 Miliar : Mulai Digunakan Bangun Jembatan Darurat dan Kebutuhan Pengungsi

0
442
Demikian disampaikan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw,  Sebut Bantuan Dana Tunai Capai Rp. 6,6 Miliar : Mulai Digunakan Bangun Jembatan Darurat dan Belanja Kebutuhan Pengungsi. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA)  – Sejumlah pihak yang merasa iba dengan musibah banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura yang terus menyalurkan bantuannya kepada para korban bencana alam itu.

Bantuan dalam bentuk dana tunai yang dari sejumlah pihak, baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota, swasta maupun orang perorangan di rekening khusus bencana alam banjir Kabupaten Jayapura di rekening BRI Cabang Sentani itu telah mencapai Rp 6,6 lebih.

Demikian disampaikan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw,  Sebut Bantuan Dana Tunai Capai Rp. 6,6 Miliar : Mulai Digunakan Bangun Jembatan Darurat dan Belanja Kebutuhan Pengungsi

Dirinya menerangkan, capaian angka yang kurang lebih 6,6 miliar rupiah itu berdasarkan laporan dari tim tanggap darurat yang ada di Posko Induk Tanggap Darurat Bencana Alam Kabupaten Jayapura kepada dirinya selaku Kepala Daerah.

“Dari laporan yang saya terima ini, mereka (tim) juga melaporkan telah menggunakan bantuan dana tunai itu untuk membangun beberapa jembatan darurat, pembangunan posko-posko, belanja Alat Tulis Kantor, belanja Alat rumah tangga atau kebutuhan pengungsi, belanja BBM, belanja MCK dan sewa kendaraan truck dengan total pengeluaran kurang lebih sebesar 3,1 miliar rupiah. Sehingga dana bantuan yang tersisa di rekening khusus bencana alam sekarang ini kurang lebih sekitar 3,5 miliar,” urainya.

Dari sisa dana tersebut, kata Mathius sebagian juga sudah digunakan untuk penyediaan air bersih dalam jangka waktu panjang, serta kebutuhan lainnnya jika masih ada yang tersisa.

Selain itu, Bupati Mathius menambahkan bahwa pihaknya juga sejak awal terjadinya bencana sudah menggolontorkan dana sebesar 6,1 miliar rupiah.

“Yang mana, pada saat awal terjadinya bencana, dana itu kita gunakan sebagian untuk keperluan belanja. Tapi juga disaat bantuan masyarakat datang, kita dahulukan bantuan masyarakat dengan harapan bantuan tersebut terlebihdahulu dapat dihabiskan untuk kebutuhan para pengunsi. Namun disisi lain kita harus maksimalkan dana yang tersisa terutama untuk penanganan mereka (masyarakat) yang ada di danau karena bencana ini pasti agak lama penanganannya,” jelasnya.

“Kemudian mereka yang kehilangan rumah di Kota Sentani juga ini  kita pikirkan dengan merencanakan pembuatan rumah darurat dalam masa transisi. Selain itu di masa transisi kita tentu akan memikirkan rencana jangka panjang terutama pembangunan fasilitas umum yang ada juga hal lainnya yang berkaitan dengan kepentingan para korban bencana banjir ini,” pungkas Bupati Mathius. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here