<
Lintaspapua.com

Pemuda Paparisa Maluku Turut Beri Bantuan ke Lokasi Bencana

LINTAS PAPUA - Kamis, 21 Maret 2019 - 07:18 WITA
Pemuda Paparisa Maluku Turut Beri Bantuan ke Lokasi Bencana
 ()
Penulis
|
Editor

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Ribuan orang menjadi korban bencana banjir bandang di Daerah Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Sejumlah organisasi tergerak hati untuk membantu, salah satunya organisasi Kepemudaan Paparisa Maluku di tanah Papua.

BPP Paparisa turut menyumbangkan berbagai bahan pokok makanan yang diprioritaskan untuk anak-anak.

Menurut Sekretaris Umum Paparisa Maluku di tanah Papua, Dedy Pattiwael mengatakan, banjir bandang yang terjadi sudah menjadi dukacita kita bersama masyarakat di Papua khususnya bagi warga di Kabupaten Jayapura, Sentani.

“Kita sangat prihatin dengan situasi hari ini, yang menjadi skala prioritas kita hari ini adalah anak-anak ibu hamil dan orang sakit,”katanya saat mengunjungi posko penanggulangan pengungsi di jalan Sosial, tepatnya di Yayasan Abdi Budaya Nasional (YABN), Rabu (20/03/2019).

“Bantuan kami hari ini berupa bahan pokok makanan juga perlengakapan lainnya seperti kebutuhan bayi dan anak-anak,” tambah Pattiwael.

Sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe, bahwa bencana ini sudah ditetapkan sebagai bencana darurat provinsi, untuk itu ia berharap Pemerintah Papua dapat mengawal kejadian ini sampai selesai dan bagaimana menghilangkan rasa trauma khususnya bagi anak-anak.

“Ada perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi maupun kabupaten dan pemerintah pusat terkait dengan Bagaimana menghilangkan tromatik yang dialami anak-anak ini,”ujarnya.

Dikatakan, atas kejadian ini organisasi Paparisa Maluku di tanah papua menyampaikan turut berbelasungkawa atas terjadinya banjir bandang di Sentani Kabupaten Jayapura Provinsi Papua.

Sementara itu Jaclin Mananti, selaku penanggung jawab yayasan tersebut juga sebagai tim mengatakan, posko yang dibuat pada Yayasan Abdi Budaya Nusantara (YABN) ini karena kita prihatin dengan masyarakat yang ada di sekitar jalan sosial,kemiri dan Jalan Taruna yang terdampak bencana banjir bandang.

“Jumlah pengungsi yang ada di sini mulai dari hari pertama, Minggu, (18/3) berkisar 600 orang dan naik sampai hari ini mencapai 1.500 hingga mencapai 2000 orang yang ada di posko ini,” jelas Jaclin.

Dikatakan, yang paling penting dibutuhkan disini seperti selimut, kasur karena di sini banyak ibu hamil dan juga bayi kemudian orang sakit yang terkena bencana.

“Sedangkan yang kondisinya parah kami sudah evakuasi,” tuturnya.  “Kami juga dibantu oleh 2 perawat (dr. umum) dari tim Siloam Jakarta,” tukasnya.( Ardiles / lintaspapua.com )

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
123