Korban Tewas Banjir Bandang di Sentani Dimakamkan Massal

0
424
Suasana Bencana Pasca Banjir Bandang di Kota Sentani Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. pada tanggal 16 Maret 2019 malam. (Foto diambil dari Facebook Michael Lombat,)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Seluruh korban banjir bandang akan dimakamkan massal, Rabu (20/3/2019) kemarin.

 

 

Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Papua, Klemen Tinal mengungkapkan bahwa seluruh koban tewas dalam musibah bencana alam banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura akan dimakamkan secara massal.

 

 

“Rencana besok (hari ini) seluruh korban yang tewas akan dilakukan pemakaman jenazah secara massal dan kalau tidak ada hambatan mungkin besok (hari ini) seluruh korban yang ditemukan tewas akan dimakamkan secara massal,” kata Wagub Papua, Klemen Tinal dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Posko Induk Tanggap Darurat, yang ada di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Selasa (19/3/2019) kemarin sore.

 

 

Pemerintah Provinsi Papua telah berkoordinasi dengan tokoh agama dan tokoh adat yang ada di Kabupaten Jayapura terkait rencana pemakaman jenazah secara massal ini.

 

 

Wagub Papua juga mengungkapkan bahwa pemakaman secara massal ini akan dibangun suatu monumen untuk dijadikan suatu tempat guna mengenang banjir bandang yang terjadi di daerah tersebut.

 

 

“Tokoh agama juga sudah koordinasi dengan pihak keluarga dan berkoordinasi juga dengan kita untuk dikuburkan secara masal di satu tempat untuk mengingatkan kita denga trageni ini,” imbuhnya.

 

 

Selain itu, dirinya juga menurturkan, untuk meringankan beban pemerintah daerah Kabupaten Jayapura dalam membantu korban banjir, maka Pemerintah Provinsi Papua juga akan memberikan bantuan kepada pemerintah daerah setempat.

 

Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan yang telah hadir dengan tulus dan iklas untuk membantu korban banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Mari terus menerus kerja, kalau ada info mohon untuk segera disampaikan ke posko utama atau induk untuk segera ditindaklanjuti dengan cepat,” pinta Klemen Tinal.

Lebih lanjut dikatakannya korban tewas dalam  tragedy tersebut hingga saat ini masih terus bertambah. “Sampai hari ini, kita lihat korban semakin bertambah dengan cepat, data yang masuk ke saya tadi pagi itu ada 87 korban tapi sore tadi sudah bertambah sampai 96 orang yang meninggal dunia dan ada 70 sekian yang sampai saat ini masih belum ditemukan,” ujarnya.

 

Wagub Klemen juga menuturkan bahwa hingga saat ini kurang lebih ada 7000 orang yang telah mengungsi ke sejumlah posko yang telah disediakan oleh pemerintah.

“Ada yang mengalami luka ringan dan berat, pengungsi kurang lebih ada 7.000 orang dan posko sekarang ada 6 titik ini diminimalisir agar kita juga mudah untu mengorganize seluruh korban yang ada. Kita juga sedang memikirkan alternatif untuk mengatasi musibah ini,” katanya

 

“Setelah berkoodinasi dengan tokoh adat dan tokoh agama, ada Ondofolo (Kepala Suku Besar) di Kampung Harapan yang bersedia tanahya dijadikan lokasi untuk pemakaman massal ini,” tandasnya. (Irfan / Koran  Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here