TNI – Polri Bersama Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi 70 Korban Banjir Bandang Sentani

0
116
Suasana Bencana Pasca Banjir Bandang di Kota Sentani Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. pada tanggal 16 Maret 2019 malam. (Foto diambil dari Facebook Michael Lombat,)

Kapendam: TNI Kerahkan 7 SSK Cari Korban Hilang

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Personil gabungan TNI-Polri bersama SAR, BPBD dan relawan mengevakuasi 70 korban banjir bandang dalam kondisi meninggal dunia di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura.

 

 

“Hingga jam 4 sore hari ini (kemarin), kami dari TNI-Polri bersama SAR, BPBD dan relawan berhasil mengevakuasi 70 orang korban tewas akibat banjir bandang yang terjadi di daerah ini sejak Sabtu (16/3) malam hingga Minggu (17/3/2019) dinihari,” kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel. Inf M. Aidi, ketika ditemui wartawan di Posko Induk Penanganan Banjir Bandang, tepatnya, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Minggu (17/3/2019) sore.

 

 

“Semuanya sudah kita evakuasi ke dua titik yaitu, Rumah Sakit Marthen Indey milik TNI-AD dan Rumah Sakit Bhayangkara milik Polri di Jayapura. Para korban saat ini juga sedang diindetifikasi oleh tim dari Polda Papua,” sambungnya.

 

 

Untuk korban yang saat ini mengungsi, Kapendam menyebutkan bahwa jumlah total warga yang mengungsi adalah 4.150 orang yang terbadi di beberapa titik.

 

 

“Terpencar di titik-titik pengungsian antara lain di Gunung Merah (Kantor Bupati Jayapura) ada 200 orang, di Kediaman Dinas Bupati Jayapura ada 1.000 orang, di sekolah HIS Sentani ada 700 orang, di pemukiman BTN Bintang Timur ada 600 orang, di perumahan BTN Gajah Mada ada 1.450 orang dan di Doyo Baru ada 200 orang. Sehingga totalnya ada 4.150 orang,” sebut M. Aidi.

 

 

Dirinya juga menuturkan untuk penanganan bencana banjir bandang tersebut pihaknya telah mengerahkan total 7 Satuan Setingkat Kompi (SSK) yang totalnya sekira 700 orang.

“Untuk penaganannya TNI telah mengerahkan pasukan sejumlah 7SSK terdiri dari 6 SSK dari TNI-AD dan 1 SSK dari TNI-AL yang sampai saat ini masih melakukan penyisisran untuk mencari korban” tuturnya.

 

 

“Kemudian dari Kesehatan AD dalam hal ini Kesdam Kodam XVII Cenderawasih dari pukul 22.00 kemarin malam telah mendirikan posko kesehatan dan rumah sakit lapangang (Rumkitlap). Dengan mengerahkan 40 personil baik dokter maupun para medis. Ada 25 dokter dari TNI telah melaksanakan tugasnya kemudian siang tadi juga bergabung dari tim kesehatan baik dari rumah sakit Jayapura dan relawan-relawan,” ujarnya.

 

 

Kapendam Aidi juga mengatakan bahwa jumlah persenil kesehatan juga sudah cukup, banyak untuk melaksanakan pelayanan kesehatan dan pelayanan terhadap korban yang luka-luka maupun yang memang membutuhkan pelayanan kesehatan.

 

 

“Kemudian dari Bekamdam Kodam XVII Cenderawasih dari dini hari tadi (kemarin) telah mendirikan dapur umum yang terpusat di depan gereja Marthen Luther Sentani dan 1 unit lagi di Markas Komando 751 Rider/VJS. Masing2 dapur umum ini mampu melayani hingga 3500 orang  sekali masak. Kemudian tadi siang untuk konsumsi makan siang tim dapur umum telah mendistribusikan 5000 bungkus makannan kepada pengungsi maupun relawan yang bekerja mulai tadi malam,” tegas Kapendam.

 

 

Ketika ditanya soal pengerahan alat berat untuk membuka jalan dan rumah warga yang tertimbun lumpur, Kapendam mengatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan 10 tim dari Zipur Kodam XII Cenderawasih untuk membuka jalan.

 

 

“Kami sudah mengerahkan bulldozer dan excafator untuk membuka jalan tersebut. Dan, Allhamdulillah sekarang jalan sudah terbuka walaupun kondisinya masih macet. Tapi, tetap akan dibersihkan dan kita juga sudah berkoordinasi dengan Pemda dalam hal ini Dinas PU untuk mengerahkan alat berat lebih banyak lagi untuk melakukan normalisasi situasi pasca terjadinya bencara banjir ini,” tukasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)