Pemkab Jayapura Bentuk Tim Tanggap Darurat dan Bangun Posko Induk Pelayanan

0
162
Menyikapi musibah dadakan tersebut, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E., M.Si., Minggu (17/3/2019) langsung menginstruksikan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Jayapura untuk kumpul di Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, guna menggelar rapat dadakan dalam rangka menetapkan tanggap darurat. Tampak suasana di Posko Induk Kabupaten Jayapura. (Irfan / HPP)

Sikapi Banjir Bandang di Sentani

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Banjir bandang menjerang sejumlah titik di wilayah Sentani, Kabupaten Jayapura. Musibah yang terjadi sejak Sabtu (16/3/2019) malam lalu hingga Minggu (17/3/2019) dinihari menyebabkan air di sejumlah titik sekitar satu meter lebih. Akibat banjir dadakan, karena hujan lebat tersebut menjadikan aktivitas masyarakat di sejumlah titik yang terkena banjir bandang menjadi lumpuh.

 

Menyikapi musibah dadakan tersebut, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E., M.Si., Minggu (17/3/2019) langsung menginstruksikan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Jayapura untuk kumpul di Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, guna menggelar rapat dadakan dalam rangka menetapkan tanggap darurat.

Penetapan tanggap darurat itu juga melibatkan instansi terkait, Pemkab Jayapura langsung menanggapi musibah tersebut dan membentuk tim tanggap darurat. Sejumlah bantuan segera disalurkan ke lokasi yang terkena musibah.

 

“Atas musibah banjir bandang di Kota Sentani, Pemkab sudah membentuk tim tanggap darurat, untuk mengatasi dampak banjir itu dan bagi pengungsian kini telah mendapatkan makanan dan minuman di posko yang disediakan,” kata Dra. Hanya S. Hikoyabi, S.Pd., M.KP., Sekda Kabupaten Jayapura, ketika dikonfirmasi wartawan harian ini terkait banjir bandang di Kota Sentani, saat ditemui di Posko Induk Pelayanan di Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Minggu (17/3/2019) siang.

 

Lanjut Sekda Hanna, akses jalan disekitar Kota Sentani masih dipenuhi pohon, potongan material kayu besar dan lumpur, sehingga tidak bisa dilalui terlebih melakukan evakuasi.

 

“Mulai tadi malam tim sudah mulai terjun ke lapangan serta mengidentifikasi dan menyalurkan bantuan yang diperlukan. Namun memang akses jalan disini masih dipenuhi pohon, potongan material kayu besar dan lumpur, sehingga tak bisa dilalui terlebih untuk melakukan evakuasi,” sambungnya.

 

Selain itu, Pemkab juga telah membentuk posko induk pelayanan di Gunung Merah, Kantor Bupati Jayapura untuk membantu korban banjir bandang. Dari informasi yang dihimpun, banjir bandang melumpuhkan aktifitas masyarakat. Warga yang rumahnya terendam terpaksa harus mengungsi ke rumah keluarga mereka yang lebih tinggi atau ke posko-posko pelayanan pengungsian seperti di Kantor Bupati Jayapura, di Kediaman Dinas Bupati Jayapura, BTN Bintang Timur, di High International School (HIS) Sentani, BTN Gajah Mada dan di Doyo Baru.

 

Penyebab banjir bandang diduga karena hujan yang mulai mengguyur pada Sabtu (16/3/2019) malam lalu di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura sejak pukul 18.00 WIT. Sehingga menyebabkan air bercampur material tanah dan lumpur dari arah Pegunungan Cycloops tumpah ke jalan raya. Tiba-tiba banjir datang dan merendam rumah warga yang berada berada di pinggiran jalan Kota Sentani hingga ke perumahan warga yang dekat dengan daerah aliran sungai.

 

Sejumlah titik yang terkena banjir bandang diantaranya, BTN Gajah Mada Sentani, BTN Bintang Timur Sentani, Kompleks Jalan Pasir Sentani, Kompleks Salatiga Jalan Caravan Sentani, Kompleks Jalan Kemiri Sentani (depan Lanud Silas Papare Jayapura), Kompleks Jalan Sosial (BTN Sosial), Kompleks Mako Yonif RK 751/VJS, depan Thabita Sentani, Kompleks BTN Permata Hijau Sentani, Kompleks Kali Ular Doyo Baru, Kompleks BTN Jalan RSUD Yowari Doyo Baru, Kompleks BTN Kolam Doyo Baru dan Kompleks BTN Daime-daime Doyo Baru.

 

Selanjutnya titik yang terkena banjir adalah Pertigaan Mata Jalan Arah Mapolres Jayapura, Kompleks Pemukiman Komba Sentani dan Kompleks Pasar Lama dan Pasar Baru Sentani.

 

Sementara untuk kerugian materiil akibat banjir bandang, di BTN Sosial empat (4) unit mobil hanyut terbawa arus, Kompleks Kali Ular Doyo Baru sembilan (9) unti rumah hanyut, Jalan Makendang dilaporkan ada lima (5) unit rumah hanyut, di Kompleks Permukiman Komba lima (5) unit rumah hanyut, di Kompleks Kampung Buton tepatnya belakang Pasar Lama Sentani satu unit rumah hanyut dan satu unit pesawat di Lapangan terbang (Lapter) Adventis di Doyo Baru hanyut ke jalan raya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)