<
Lintaspapua.com

Tanda Hari Kiamat dan Teguran Alam : Banjir Bandang di Sentani, Puluhan Orang Meninggal dan 4.150 Orang Mengungsi

LINTAS PAPUA - Senin, 18 Maret 2019 - 11:11 WITA
Tanda Hari Kiamat dan Teguran Alam : Banjir Bandang di Sentani, Puluhan Orang Meninggal dan 4.150 Orang Mengungsi
Suasana Bencana Pasca Banjir Bandang di Kota Sentani Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. pada tanggal 16 Maret 2019 malam. (Foto diambil dari Facebook Michael Lombat,) ()
Penulis
|
Editor

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Jumlah korban meninggal dunia dalam banjir bandang di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura semakin bertambah banyak. Hingga hari Minggu (17/3/2019) siang sekitar pukul 12.30 WIT, terdata 49 orang meninggal dunia, 23 orang mengalami luka berat dan luka ringan sekitar 51 orang dan 4.150 orang yang mengungsi.

“Sampai saat ini data yang masuk kita rilis itu ada 49 orang yang meninggal dunia,” Kepala Posko Terpadu Bidang Humas Kabupaten Jayapura, Ir. Sambodo Samiyana, M.Si, saat ditemui awak media ini di Posko Terpadu Bidang Humas Kabupaten Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Minggu (17/3/2019) siang pekan kemarin pukul 14.30 WIT.

Caption Foto : Suasana Bencana Pasca Banjir Bandang di Kota Sentani Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. (Foto diambil dari Facebook Michael Lombat,)

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura itu menyatakan bahwa hingga pukul 12.30 WIT siang, 23 orang alami luka berat, 51 orang luka ringan dan 4.150 orang yang mengungsi.

Sedangkan untuk titik terparah dari dampak banjir bandang tersebut, kata pria yang akrab disapa Doddy, yakni Perumahan BTN Bintang Timur, Perumahan BTN Gajah Mada, Kompleks perumahan Toladan, di Mako Yonif RK 751/VJS dan Doyo Baru.

Ditambahkannya, bahwa sampai saat ini tim gabungan telah melakukan upaya penanganan dengan menyediakan tempat pengungsian seperti di Gunung Merah Kantor Bupati Jayapura, di Kediaman Dinas Bupati Jayapura, Perumahan BTN Bintang Timur, BTN Gajah Mada, SIL dan HIS.

“Kita juga bersama TNI-Polri dan pihak terkait lainnya masih melakukan penyelamatan korban, penyediaan fasilitas umum dan pengungsian, penyediaan air bersih serta pencatatan secara administrasi untuk kesamaan data agar terkontrol dan terkendali,” jelas Doddy.

Dirinya berharap, masyarakat korban banjir bandang yang belum terlayani untuk melapor di posko terdekat agar mendapatkan pelayanan dari tim yang telah dibentuk.

 

Dirinya menyampaikan, pasca banjir bandang para korban luka berat saat ini masih dirawat di RSUD Youwari dan korban luka ringan telah dikembalikan ke rumah dan posko yang ditempati.

Saat ditanyakan terkait akses jalan yang rusak akibat banjir, kata Doddy, bahwa ada tiga jembatan yang putus yakni, jembatan samping Lapangan Terbang Advent Doyo Baru, Jembatan Kertosari dan Jembatan Belakang Kantor Bupati.

“Tapi, kalau jembatan dari Depan Lanud Silas Papare hingga pojok Sentani masih bisa dilalui para pengendara,” tukasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
123