Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar,  menekankan peran penting seluruh elemen masyarakat dalam pengawasan pemilu 2019. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua menggelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif (Para-para Bawaslu), di Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (14/3/2019) kemarin pagi.

Kepada wartawan usai Sosialisasi Pengawasan Partisipatif (Para-para Bawaslu), Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar,  menekankan peran penting seluruh elemen masyarakat dalam pengawasan pemilu 2019.

Masyarakat, sebut Fritz, tidak boleh acuh dalam proses pemilu harus berperan aktif dalam penyelenggaraan pemilu.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, bahwa masyarakat adalah ujung tombak dari pengawasan seluruh tahapan Pemilu yang saat ini tengah berlangsung.

“Masyarakat adalah ujung tombak dari pengawasan. Karena kami dari Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri dalam melakukan pegawasan, sehingga kami perlu mengikutsertakan dan mengajak masyarakat, untuk turut serta dalam mengawasi pelaksanaan Pemilu,” imbuhnya.

“Masyarakat harus mengawasi proses pencoblosan jika ini dilakukan pasti orang-orang yang ingin melakukan kejahatan pasti akan berfikir sebelum bertindak dan ini akan membantu proses pengawasan,” sambung Fritz.

Ketika ditanya terkait kegiatan ‘Para-para Bawaslu’ yang diinisiasi oleh Bawaslu Provinsi Papua, menurutnya itu salah satu cara yang yang tepat untuk memberikan awareness (kesadaran) kepada masyarakat mengenai hal apa saja yang harus disiapkan masyarakat dalam rangka menyambut hari pemungutan suara.

 

“Hari ini mungkin konsep pengawasan partisipatifnya berbeda, kita kumpul di para-para dan mengajak semua tokoh masyarakat dan duduk dalam suasana yang lebih santai.  Dan ini adalah salah satu metode yang sangat baik yang dilakukan oleh bawaslu Papua untuk dapat mengajak masyarakat tidak hanya sekedar berdiskusi dalam ruangan saja tetapi juga dapat berdiskusi di ruangan bebas seperti ini,” tandas Fritz.

Dirinya juga menekankan dua hal dalam pelaksanaan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif (Para-para Bawaslu).

“Yang pertama adalah untuk memastikan apakah masyarakat tahu bahwa mereka harus memilih, apakah sudah masuk dalam DPT dan dimana dapat memilih. Kemudian yang kedua adalah mengajak masyarakat untuk tidak apatis terhadap proses pengawasan. Nah, dua hal itu yang menjadi tujuan Bawaslu melakukan kegiatan para-para Bawaslu ini,” tukas Fristz. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here