PT. Freeport Indonesia Sambut Baik Rencana Suplay Sayur Mayur Dari Kabupaten Puncak

0
933
Foto Bersama dalam suasana usai pertemuan kedua belah pihak. Dari Pihak Pemkab Puncak dipimpin langsung oleh Bupati Puncak Willem Wandik, didampingi oleh  Asisten II Setda Kabupaten Puncak Darwin Tobing dan beberapa SKPD, serta pimpinan BUMD PT.Puncak Papua Mandiri, sementara dari manejemen PT.Freeport Indonesia, dihadiri oleh Executive Vice President (EVP) Human Resources & Security PTFI, Achmad Didi Ardianto, Senior Vice Presiden (SVP) Social Responsibility & Community Development PTFI, Claus Oscar Wamafma, VP Community Development, Nathan Kum, VP Industrial Relation PTFI, Demi Magai, VP Senior Advisor Papuan Development PTFI, Silas Natkime, Head Papuan Task Force, Octo Magay. (Diskominfo Puncak )

TIMIKA (LINTAS  PAPUA) – Manejemen PT.Freeport Indonesia, membuka diri untuk bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Puncak, terkait dengan program pembelian sayur mayur segar tanpa pupuk yang ditanam oleh masyarakat Kabupaten Puncak.

Demikian hal tersebut terungkap dalam pertemuan perdana antara Pemkab Puncak dan manejemen PT.Freeport Indonesia, yang berlangsung di Hotel Rimba Timika, Jumat (8/3/2019), pekan kemarin.

Dari Pihak Pemkab Puncak dipimpin langsung oleh Bupati Puncak Willem Wandik, didampingi oleh  Asisten II Setda Kabupaten Puncak Darwin Tobing dan beberapa SKPD, serta pimpinan BUMD PT.Puncak Papua Mandiri, sementara dari manejemen PT.Freeport Indonesia, dihadiri oleh Executive Vice President (EVP) Human Resources & Security PTFI, Achmad Didi Ardianto, Senior Vice Presiden (SVP) Social Responsibility & Community Development PTFI, Claus Oscar Wamafma, VP Community Development, Nathan Kum, VP Industrial Relation PTFI, Demi Magai, VP Senior Advisor Papuan Development PTFI, Silas Natkime, Head Papuan Task Force, Octo Magay.

Caption Foto : Suasana Pertemuan Manejemen PT.Freeport Indonesia, membuka diri untuk bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Puncak, terkait dengan program pembelian sayur mayur segar tanpa pupuk yang ditanam oleh masyarakat Kabupaten Puncak. (Diskominfo Puncak)

Dalam pertemuan yang begitu akrab tersebut, kedua belah pihak memiliki tekad dan keinginan yang sama, dimana Perusahan tambang rakasana tersebut siap saja menampung sayur mayur dari masyarakat Puncak, begitu juga Pemkab Puncak, siap menfasilitasi penyaluran sayur mayur dari masyarakat ke PT.Freeport, meski ada syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam penyaluran sayur tersebut.

Bupati Puncak Willem Wandik menjelaskan tujuan dari pihaknya bertemu dengan pihak menejemen PTFI, untuk bekerja sama dibidang pertanian dan perkebunan, karena potensi utama di Kabupaten Puncak adalah pertanian dan perkebunan, terutama sayur mayur segar tanpa pupuk yang merupakan hasil pertanian lokal di Puncak, termasuk perkebunan Kopi, yang diketahui memiliki kualitas nomor satu di dunia, hanya saja yang menjadi persoalan selama ini adalah pemasaran, sehingga pertemuan perdana dengan PTFI ini, dalam rangka menjalin kerja sama untuk menggali potensi pertanian dan perkebunan masyarakat di Kabupaten Puncak.

“Puji Tuhan,pertemuan saat ini cukup baik,kita akan bekerja sama,Untuk syarat-syarat dari PT Freeport, soal kualitas sayur,kontinuitas, serta syarat lainnya, akan ditindak lanjuti oleh Instansi teknis, intinya kami mau sampaikan ke PT.Freeport bahwa kami sudah mau bekerja,kami akan ajak PTFI ke Ilaga, untuk melihat potensi disana,kita datang bukan mara-marah lagi ke PTFI, kita mau bersama-sama melihat potensi yang bisa dikelola bersama kedua belah pihak, demi masyarakat Puncak,”tuturnya.

“Di Tahun 1970-80 an, suplay utama sayur mayur segar ke PT.Freeport, seperti coll, Buncis,wortel, kentan,daun-daun bumbu sayur,banyak dari Kabupaten Puncak, apalagi sayur tersebut segar tanpa pupuk,ternyata hubungan tersebut putus, sehingga dengan adanya Kabupaten saat ini,kami ingin mengembalikan potensi tersebut, PT.Freeport jangan beli ke jawa, cukup kami di Puncak, yang suplay,”ujarnya.

Kata Bupati, saat ini dana otonomi khusus (otsus) diberikan kepada Kabupaten, sehingga khusus untuk Pemkab Puncak, dengan menfaatkan dana tersebut,nantinya hasil sayur mayur dari masyarakat tersebut, dibeli oleh Pemerintah Kabupaten Puncak, masyarakat tinggal menanam saja, pemerintah akan mengeluaran dana sebesar Rp.20 juta/minggu, untuk membeli sayur dari masyarakat, melalui PT.Puncak Papua Mandiri,selanjutnya diangkot oleh dua Pesawat grand caravan milik Pemkab Puncak, untuk selanjutnya dipasarkan ke PT.Freeport Indonesia atau daerah lain, dengan cara begitu akan memacu masyarakat untuk rajin menanam, dilain sisi menghilangkan budaya proposal.

“Uang Otonomi khusus (Otsus) yang ada pada kita, akan kita manfaatkan untuk membeli hasil pertanian dari masyarakat, Kita tidak hanya bagi-bagi uang kepada masyarakat tapi kita beli hasil kerja keras mereka sayur mayur segar dari mereka,dengan cara ini Kita akan kembalikan budaya kerja keras dan rajin menanam dari masyarakat Puncak,”tambahnya.

Lanjut Bupati, dengan cara ini juga, masyarakat bisa mendapatkan menghasilan dari jualan sayur mayur, jika kelebihan bisa mencukupi kebutuhan pokok artinya Kabupaten Puncak tidak ada kelaparan, potensi-potensi lahan yang selama ini hanya tinggal begitu saja tanpa diolah, bakal kembali ramai dengan masyarakat mulai sibuk bekerja, menanam sayur,sehingga mereka capeh dan lupa akan persoalan-persoalan sosial lainnya yang merusak orang Puncak, bahkan sedikit demi sedikit akan menghilangkan ketergantungan yang tinggi kepada pemerintah,budaya kerja keras yang merupakan ciri khas mayarakat pegunungan tengah akan dikembalikan.

“Di Papua ini kalau bicara teori, masyarakat tidak percaya, kita harus buat dulu, baru masyarakat Percaya, sehingga kita akan langsung membeli sayur dari masyarakat, biar mereka bisa lihat dan bekerja,”tambanya.

EVP Human Resources & Security PTFI, Achmad Didi Ardianto, menyampaikan apresiasi terhadap sikap dari Bupati Puncak, dan PTFI sendiri sangat membuka diri untuk bekerja sama, karena sikap Bupati adalah ingin memberdayakan masyarakat agar berdiri di kaki sendiri,sikap tersebut sebenarnya sejalan dengan keinginan dari PTFI, meski harus diakui bahwa untuk urusan makanan, Pemkab Harus memenuhi syarat standar yang ditetapkan oleh PTFI, seperti kualitas kesehatan, maupun kontinunitas suplay ke PTFI.

“Kita tetap dukung tekad dari Bupati Puncak, meski kita tahu untuk memulai sesuatu tujuan yang baik, memang butuh waktu, PTFI terbuka saja, bahkan koperasi PTFI bisa menjadi pihak yang pertama,yang bisa membeli hasil sayur dari masyarakat, intinya kami mendukung,”ungkapnya.

“Bahkan kita juga bisa membantu Pemkab Puncak, soal tenaga ahli pertanian sehingga kualitas sayur yang dihasilkan oleh Masyarakat Puncak, memenuhi standar-standar kesehatan dari PTFI, dengan demikian sayur mayur dari Ilaga bisa masuk ke PTFI, “tambahnya.

SVP Social Responsibility & Community Development PTFI, Claus Oscar Wamafma mengatakan PTFI membutuhkan sayur mayur yang segar dari masyarakat asli untuk memberi makan ribuan kariawannya, hanya saja yang selama ini menjadi persoalan adalah kuntinuitas suplay dan kualitas sayur mayur memang menjadi hal yang penting, karena kariawan PTFI bekerja on time, harus didukung oleh sayur yang bergizi.

“Sebenarnya PTFI ingin sekali membeli sayur dari masyarakat asli, terutama di wilayah pegunungan seperti Puncak, tidak perlu ke luar Papua,karena sayur mayurnya segar tanpa pupuk ada di wilayah Pegunungan Papua seperti Kabupaten Puncak,hanya saja persoalan kontinuitas, karena harus mampu memberi makan ribuan kariawan,inilah yang terpaksa kita datangkan sayur dari luar Papua,jika Pemkab Puncak mampu, pasti kita siap bekerja sama,” tukasnya. (Dikominfo Puncak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here