KEEROM (LINTAS PAPUA)  – Dalam pelaksanaan TMMD ke 104 TA. 2019 di wilayahnya Perbatassn RI-PNG tepatnya di Kampung Yuwainda, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, Kodim 1701/Jayapura tidak hanya melaksanakan program fisik akan tetapi disela-sela kegiatan fisik tersebut, juga dilaksanakan kegiatan non fisik yang diantaranya adalah penyuluhan HIV – AIDS.

Anggota Dinas Sosial Kabupaten Keerom Provinsi Papua, Lena Sou, Thomas dan 3 orang lainnya serta di dampingi babinsa kampung yuwainda melakukan penyuluhan HIV Aids dan pemahaman terkait bahayanya narkoba.

Antusias warga yang hadir saat itu terlihat dari banyaknya yang hadir saat itu, baik dari kalangan orang tua, remaja dan anak-anak.

Selain itu juga hadir dari tokoh masyarakat Anton psebo, kepala suku blasius muenda dan kaur umum gasper two bpk Blasius muenda.

Dalam penyuluhan, lena penjelasan penularan HIV dapat tertular melalui jarum suntik, hubungan sex secara bebas, pemakaian sikat gigi bersama – sama, dan ibu yang telah mengidap HIV juga dapat menularkan virus kepada bayinya melalui ASI.

Selain itu, di harapkan warga tidak menjauhi keluarganya yang terkena penyakit HIV dan langsung melaporkan ke dinas sosial sehingga diberi penanganan medis.

Untuk bahaya Narkoba, Thomas juga memberikan penjelasan,  agar masyarakat tidak boleh mengkomsumsinya karena akan menyerang syaraf manusia sehingga tidak bisa berpikir dengan jernih, dan narkoba juga bersifat candu sehingga sulit untuk terlepas dari pengaruhnya dan akan terus-menerus dikonsumsi hingga mengakibatkan kematian, selain itu juga warga di perkenalkan jenis-jenis narkoba yaitu heroin, sabu2, putau, ganja, dan masih banyak lainnya.

Warga diharapkan,  sadar akan bahayanya narkoba karena distrik waris adalah daerah di mana berbatasan dengan negara tetangga yaitu PNG sehingga narkoba khususnya ganja sering dijumpai. (*)