BKKBN Papua dan 25 Perwakilan OPD Bahas Uji Materi Program  KKPBK

0
344

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – BKKBN Provinsi Papua menggandeng 25 orang dari berbagai  Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Provinsi Papua, melaksanakan pertemuan uji materi pembahasan profil dan parameter program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) tingkat Provinsi, dan Kabupaten/Kota.

Guna fasilitasi, penyamaan persepsi tentang data parameter dan Profil Kependudukan. Dengan Narasumber dari BPS Provinsi Papua, IPADI Papua, di i  Hotel Grand Abe Jayapura, Selasa (5/3/2019).

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN, Sarwandi, SE memaparkan kegiatan ini untuk mendapatkan informasi Efektif terbaru pembangunan kependudukan agar tepat sasaran.

“Bermintra dengan SKPD tingkat Provinsi dan Kabupaten yakni OPD KB untuk menyusun Profile dan Parameter Kependudukan, jadi harapannya data-data parameter Kependudukan ini bisa di manfaatkan oleh SKPD terkait dalam perencanaan pembangunan, khususnya pembangunan kependudukan, sehingga mereka bisa mengunakan data yang Valid, data yang up to date, sehingga dalam perencanaan bisa tepat sasaran, tepat waktu dan tepat guna,” paparnya.

 

BKKBN akan singkronkan data KTP – el dari Dukcapil Provinsi, dengan data keluarga dari BKKBN selain untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan BKKBN, juga di gunakan dalam perencanaan pembangunan kependudukan atau KKBPK.

 

Sementara itu, Kasie Kependudukan, BPS Provinsi Papua, Paul Santoso, mengatakan BKKBN mempunyai peranan penting dalam Kependudukan mampu mengikuti target nasional, pendidikan dan kesehatan saat ini di Papua masi menjadi perhatian pemerintah.

 

“Tampak populasi penduduk kita ini makin terkendali, baik dari segi kuantitas maupun kualitas, ini semakin mengikuti dari target tingkat Nasional. Cuma kualitas dari aspek pendidikan kesehatan itu menjadi point utama dari Program pemerintah yang baru,[“ jelasnya.

 

“BKKBN mempunyai peran utama dari sisi pembangunan keluarga, dari aspek jumlah anak, pendidikan anak, BKKBN menjadi peran disini. BKKBN juga menjadi fasilitator daerah untuk mengedukasi Program efektif untuk pembangunan keluarga di masyarakat,” Katanya.

 

Senada dengan itu,  Koordinator Ikatan Praktisi Dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI) Papua, Drs. Marsum,M.Si.,menekankan parameter menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan kependudukan secara demografis mempengaruhi kualitas manusia.

 

“Parameter ini menjadi acuan untuk menyusun perencanaan pembangunan, melihat pencapaian, melihat keberhasilan menjadi dasar dalam menyusun perencanaan dengan mengacu pada parameter Kependudukan,” katanya.

 

“Dikelompokan dalam parmeter demografis menyakut kelahiran, kematian, migrasi dan parameter sumber daya manusia, kesehatan, harapan lama sekolah, ekonomi dan variable lain yang mempengaruhi kualitas manusia itu,” lanjutnya dalam mengakhiri wawancara. (Fransisca/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here