Kasatpol PP Kabupaten Jayapura, Drs. Frits Rumayomi, M.Si, mengatakan, bahwa pihak Satpol PP Kabupaten Jayapura setelah melakukan MoU dengan BNN Kabupaten Jayapura tersebut, akan diadakan pelatihan maupun sosialisasi dan juga bimbingan teknis (Bimtek) oleh BNN Kabupaten Jayapura. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jayapura sepakat untuk menyatakan perang terhadap segala macam bentuk peredaran Narkotika dan Obat-obatan pada wilayah kerjanya di Bumi Khenambay Umbay.

 

Kerjasama itu diwujudkan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang perjanjian kerjasama pemberantasan dan juga penanganan kasus Narkoba antara Satpol PP Kabupaten Jayapura dengan BNN Kabupaten Jayapura, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (1//3/2019) kemarin pagi.

Penandatanganan Mou antara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Jayapura, Drs. Frits Rumayomi, M.Si, dengan Kepala BNN Kabupaten Jayapura Arianto, S.Pd, melalui Kepala Seksie (Kasie) Rehabilitasi pada BNN Kabupaten Jayapura Julius Panggau dilaksanakan dengan bukti fakta integritas yang ditanda tangani masing-masing kedua belah pihak.

Kasatpol PP Kabupaten Jayapura, Drs. Frits Rumayomi, M.Si, mengatakan, bahwa pihak Satpol PP Kabupaten Jayapura setelah melakukan MoU dengan BNN Kabupaten Jayapura tersebut, akan diadakan pelatihan maupun sosialisasi dan juga bimbingan teknis (Bimtek) oleh BNN Kabupaten Jayapura.

Hal ini dimaksudkan agar anggota Satpol PP Kabupaten Jayapura dapat memahami tugas-tugasnya seperti apa, pada ruang yang mana dan tindakan anggota Satpol PP seperti apa dalam penanganan kasus Narkoba di Kabupaten Jayapura.

Nota kesepahaman itu mencakup bantuan Satpol PP kepada BNN dalam rangka membantu penanganan masalah penanganan penyalahgunaan Narkoba, terang Kasatpol Frits Rumayomi kepada wartawan usai penandatanganan MoU tersebut, Jumat (1/3/2019) kemarin siang, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Frits juga menambahkan, penanggulangan atau penanganan kasus-kasus Narkoba itu kan sebenarnya sudah menjadi tugas nasional.

Apalagi BNN menjadi salah satu lembaga yang mempunyai tanggung jawab, tetapi kan disini BNN tidak bisa bekerja sendiri. Makanya setelah dengan Kepolisian, itu diminta juga ada peran dari Polisi Pamong Praja. Sehingga dengan adanya kerjasama ini, maka kami akan berusaha untuk memerankan fungsi dan tugas kami di posisi kami sebagai Satuan Polisi Pamong Praja, bebernya.

Misalnya pada saat operasi atau razia penegakan peraturan daerah (Perda) tentang pelarangan peredaran, penjualan dan produksi minuman keras (Miras) itu pasti ketemu dengan kasus penyalahgunaan Narkoba.

Selain dengan Polisi, kita juga bisa arahkan ke lembaga yang mempunyai tanggung jawab menangani kasus penyalahgunaan Narkoba dalam hal ini BNN Kabupaten Jayapura. Kemudian pada taraf atau ada tingkatan tertentu itu peran BNN bisa masuk kesana. Kalau kita kan penindakan terkait pelanggaran Perda saja, namun kalau ada hal-hal terkait dengan Narkoba itu kita bisa langsung komunikasikan dengan BNN, ujarnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here