<
Lintaspapua.com

Yapkema Apresiasi Bupati Meki Nawipa Lakukan Gerakan Tanam Kopi di Paniai

LINTAS PAPUA - Jumat, 1 Maret 2019 - 16:46 WITA
Yapkema Apresiasi Bupati Meki Nawipa Lakukan Gerakan Tanam Kopi di Paniai
kopi lokal yang disajikan kepada pengunjung pada Festival Kopi Papua, di Kota Jayapura, beberapa waktu lalu (Erwin / HPP) ()
Penulis
|
Editor

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA) – Yayasan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat (YAPKEMA) mengapresiasi upaya Bupati Kabupaten Paniai, Meki Nawipa, yang mulai mendorong pihak-pihak memulai gerakan tanam kopi di wilayah tersebut.

Dimana baru-baru ini, Bupati Paniai didampingi instansi terkait menggelar pertemuan bersama pihaknya guna mengkoordinasikan tentang strategi Upaya Pengembangan Kopi Berbasis Masyarakat (UPKBM).

“Sebab rencananya kopi ini akan dikembangkan di lima titik sentral wilayah Paniai. Tujuannya agar terbangun kesepahaman tentang strategi UPKBM dan pengarahan teknis lainnya,” terang Direktur YAPKEMA dan Master Trainer kopi tingkat nasional, Hanok Herison Pigai, dalam rilis yang diterima harian ini, kemarin.

Ia meyakini pertemuan perdana tersebut sebagai salah satu indikator awal keberhasilan program prioritas pemerintah. Apalagi selama ini, YAPKEMA kerap mendorong upaya pembudidayaan dan pendampingan petani kopi.

“Sehingga mengapa pertemuan multipihak ini kami anggap penting, karena pengembangan kopi itu harus melibatkan banyak pihak. Contohnya, dinas perkebunan dan pertanian bertanggung jawab membudidayakan kopi di bagian hulu. Artinya mulai dari penanaman hingga proses pasca panen”.

“Selanjutnya, dinas perindustrian dan perdagangan bertanggung jawab pada bagian hilir, yaitu pengolahan dan pemasaran kopi siap saji termasik cafe kopi. Sedangkan dinas pembedayaan masyarakat kampung berperan penting dalam menyiapkan dan memastikan keterlibatan warga kampung dalam pengembangan kopi. Sehingga skema ini diharapkan akan menghilangkan ego sektoral demi keberhasilan program pengembangan kopi. Kedua, agar ada kolaborasi,” terangnya.

 

Ia tambahkan, yang penting untuk dilakukan saat ini adalah segera menyiapkan sumber daya petani, khususnya generasi petani muda kopi, melalui rangkaian training pengembangan kopi dari hilir hingga hulu.

Hal itu, merupakan syarat utama keberhasilan gerakan tersebut. “Sebab tanpa pengetahuan yang baik, semangat untuk menanam kopi menjadi kurang terarah dan bisa berujung gagal. Makanya, petani muda harus dibekali pengetahuan terbaru budidaya hingga proses pasca panen kopi. Bahkan bila minat tinggi bisa dibekali ilmu peracikan kopi (barista),” pungkasnya. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
123